Cross Border Bikin Transfer Uang Antar Negara Jadi Lebih Mudah
Bank Indonesia (BI) bersama sejumlah negara di Asia Tenggara tengah mempersiapkan kerja sama untuk pembayaran lintas batas (cross border payment). Skema pembatasan lintas negara ini dinilai lebih efisiensi dari sistem yang ada saat ini.
Bank Indonesia (BI) bersama sejumlah negara di Asia Tenggara tengah mempersiapkan kerja sama untuk pembayaran lintas batas (cross border payment). Skema pembatasan lintas negara ini dinilai lebih efisiensi dari sistem yang ada saat ini.
"Cross border payment bisa lebih efisien," kata Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran, Bank Indonesia, Fitria Irmi Triswati di Bali Nusa Dua Convention Center, Nusa Dua, Bali, Kamis (14/7).
Fitria menjelaskan, pembayaran lintas batas ini bakal memudahkan masyarakat dalam bertransaksi. Semisal dalam pengiriman uang antar negara yang selama ini prosesnya panjang, menjadi lebih ringkas. Selain itu, dari sisi biaya transaksi juga akan lebih murah.
"Kalau kita kirim uang transaksi remitansi harus hubungi bank berbeda-beda, bank tujuan lain belum tentu punya fasilitas untuk dapat melakukan transfer. Sehingga mengenakan yang lebih tinggi gitu. Biaya tarifnya pasti besar deh," tutur Fitria.
Namun, dengan adanya konektivitas berupa pembayaran lintas atas ini prosesnya akan lebih efisien. Terutama setelah adanya perjanjian yang menunjuk Appointed Cross Currency Dealer (ACCD) dan Local Currency Settlement (LCS). Sehingga tidak perlu ada pertukaran mata uang yang lebih mahal.
"Cross border payment lebih cepat karena sistem terhubung antar fast payment negara-negara agar kecepatannya lebih cepat," kata dia.
Selain lebih cepat, pembayaran lintas batas ini juga mempercepat inklusi keuangan. Mengingat prosesnya lebih transparan dan detail terhadap biaya-biaya yang dibebankan kepada pelanggan. "Ini juga yang menyebabkan akan membuat cross border payment lebih inklusif," katanya.
Dia menambahkan, pembayaran lintas batas menjadi lebih mudah diakses semua orang. Tidak hanya mereka yang bisa dan mampu membayar mahal saat bertransaksi. Melainkan fasilitasnya bisa dimanfaatkan banyak orang karena lebih terjangkau.
"Jadi efisiensinya bisa dilihat dari situ," pungkasnya.
Baca juga:
Pembayaran Lintas Batas Masih Hadapi Beberapa Tantangan
Survei BI: Kegiatan Usaha Meningkat di Kuartal II-2022
BI Pastikan Kenaikan Inflasi RI Masih Terkendali
Penjelasan Lengkap soal Stagflasi dan Upaya Indonesia Hadapi Risiko Global
Mata Uang Digital Digadang Dukung Pembayaran Lintas Batas
Fakta Rencana Pembentukan Mata Uang Digital BI, Diklaim Bisa Jadi Alat Tukar Sah