Covid-19 Mereda, Penempatan Pekerja Migran Mulai Naik
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan terdapat peningkatan penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) per Oktober 2022 sebanyak 146.955 PMI. Namun angka tersebut masih jauh dari angka sebelum Covid-19, yakni rata-rata 294.000 per tahun.
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan terdapat peningkatan penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) per Oktober 2022 sebanyak 146.955 PMI. Namun angka tersebut masih jauh dari angka sebelum Covid-19, yakni rata-rata 294.000 per tahun.
Selanjutnya, pada tahun 2020 dan 2021 mengalami penurunan yang sangat drastis dengan jumlah 113.436 di tahun 2020 dan 72.624 di tahun 2021.
"Dan alhamdulillah di tahun 2022 ini mengalami kenaikan dengan jumlah per Oktober sebanyak 146.955 PMI. Semoga penempatan PMI di tahun 2023 bisa pulih Kembali seperti sedia kala dan menjadi bagian daripada perluasan kesempatan kerja di luar negeri," kata Ida dalam acara peringatan Hari Migran Internasional di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktifitas (BPVP) Lombok Timur Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (18/12).
Kendati begitu, pandemi covid-19 belum berakhir dan statusnya belum berubah dari pandemi menjadi endemi. Berdasarkan data satgas covid-19 menunjukkan bahwa perkembangan indikator pandemi kasus positif dan kasus aktif mengalami kenaikan pada 1 bulan terakhir.
Kasus positif naik lebih dari 2 kali lipat menjadi 5.172 kasus dari 2.307 kasus pada 20 November 2022. Sementara Kasus aktif naik lebih dari 3 kali lipat menjadi 62.179 kasus dari 18.919 kasus dari 18.919 kasus pada 20 November 2022.
"Untuk itu, kita semua masih harus terus waspada dan tetap mematuhi protokol kesehatan sebagaimana yang dianjurkan oleh pemerintah," ujarnya.
Berdasarkan Kepdirjen Binapenta dan PKK perubahan yang ketujuh belas, sebanyak 77 negara yang sudah dibuka untuk dapat dilakukan penempatan Pekerja Migran Indonesia. "Pembukaan ini terus mengalami perubahan disesuaikan dengan aturan protokol kesehatan di negara-negara tersebut. Artinya apa bapak ibu sekalian, bahwa kondisi covid-19 ini masih menghantui di semua negara," tandasnya.
Reporter: Tira Santia
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Pekerja Migran di Indonesia Lebih Banyak Berasal dari Desa
Lombok Timur Jadi Pengirim Pekerja Migran Terbesar ke-2 di RI
Buruh Padati Bundaran HI di Puncak Hari Migran Internasional 2022
Singapura Buka Peluang Kerja Pekerja Migran RI di Sektor Kesehatan
Kerja Sama dengan Korsel di Bidang Pertanian, Pemkab Cirebon Buka Peluang Kerja Ini
ART Disiksa Majikan di Bandung Dapat Perhatian Bupati Garut, Sayangkan Sikap Pelaku