Coca Cola buka pabrik baru senilai Rp 1,34 triliun di Kamboja
Pabrik baru ini berdiri di atas lahan 12 hektar di zona ekonomi khusus di pinggiran kota Kamboja. Pabrik ini menyedot lebih 817 tenaga kerja dan didukung oleh tenaga surya.
Coca Cola secara resmi membuka pabrik baru di Kamboja senilai USD 100 juta atau sekitar Rp 1,34 triliun (nilai tukar hari ini). Pabrik yang berada di ibu kota Kamboja yaitu Phnom Penh ini akan memperluas kapasitas produksi di Asia Tenggara.
Dilansir dari Channel News Asia, pabrik ini berdiri di atas lahan 12 hektar di zona ekonomi khusus di pinggiran kota. Pabrik ini menyedot lebih 817 tenaga kerja dan didukung oleh tenaga surya. Demikian kata Perdana Menteri, Hun Sen.
Hun Sen mengatakan, Kamboja akan melatih lebih banyak Sumber Daya Manusia (SDM), membangun infrastruktur dan menyediakan listrik yang murah. Ini perlu dilakukan untuk merespons tingginya minat investasi industri manufaktur di Kamboja.
"Ini menunjukkan kita tidak diskriminatif terhadap investasi asing," kata Hun sen.
Wakil Presiden Eksekutif Coca Cola, Irial Finan mengatakan, investasi ini merupakan bagian dari ekspansi Coca Cola yang dimulai sejak 4 tahun lalu. Perusahaan mulai beroperasi di Kamboja sejak 1993 dan pabrik baru terletak di zona ekonomi khusus di Phnom Penh.
Baca juga:
Singapura 'guyur' operator bioskop Tanah Air Rp 3,5 triliun
Apple diklaim setuju bangun R&D di RI, siap rekrut pekerja lokal
Bos BKPM sebut makin didemo dukungan dunia pada Jokowi semakin besar
Bos BKPM: Investasi di daerah perbatasan Rp 60 T, masih rendah
Cerita Jokowi soal pandangan investor dunia pada bisnis di Indonesia