China dan Korea tertarik garap proyek Bendungan Jambo Aye di Aceh
Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR, Imam Santoso mengatakan, investor dari China dan Korea Selatan menyatakan berminat untuk turut serta dalam pembangunan bendungan tersebut. Saat ini, pemerintah tengah berkomunikasi dengan calon investor itu.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah menawarkan kerja sama proyek Bendungan Jambo Aye di Aceh melalui skema Kerja sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).
Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR, Imam Santoso mengatakan, investor dari China dan Korea Selatan menyatakan berminat untuk turut serta dalam pembangunan bendungan tersebut. Saat ini, pemerintah tengah berkomunikasi dengan calon investor itu.
"Lagi Korea dan China, ada beberapa yang berminat kami berikan profilnya. Biasanya mereka (investor) minta profil, kita berikan mereka, mereka pelajari dulu. Tapi ada satu potensi yang bisa kita berikan," ungkapnya di Kementerian PUPR, Jakarta, Senin (29/1).
Imam menegaskan, proyek ini memiliki nilai komersial karena menyimpan potensi penghasil listrik. Kapasitas listrik diproyeksikan sebesar 106 megawatt (MW). Harapannya, kerja sama tersebut bakal terlaksana pada tahun ini.
"Kita mau coba (KPBU) satu bendungan yang di Jambo Aye di Aceh. Itu mau kita coba, karena listriknya cukup besar dan investor juga minat," kata dia. Ko
Nilai investasi untuk Bendungan Jambo Aye sekitar Rp 4 triliun. Nilai tersebut hanya kontruksi, belum pada nilai tanah. "Tanahnya belum. Tanahnya bisa masuk LMAN, bisa tidak. Nanti kita bicarakan," tandas Imam.
Baca juga:
Blak-blakan Menteri Basuki soal penyebab utama banyak kecelakaan kerja pembangunan
Ini arti penting keselamatan kerja demi kredibilitas bangsa
Resmikan komite keselamatan, Menteri Basuki harap tak ada lagi kegagalan konstruksi
Ancaman gempa meningkat, PUPR terapkan standar SNI untuk pembangunan infrastruktur
Pemerintah resmikan proyek pengolahan tinja dan air minum di Sumut senilai Rp 24,8 M