China dan Jepang berebut bangun tol Padang-Pekanbaru
Pemerintah belum bisa menentukan siapa akan mendanai salah satu ruas tol Trans Sumatera tersebut. Pemerintah berencana membangun jalan tol Padang-Bukittinggi-Pekanbaru sepanjang 240 km. Pembangunan jalan tol tersebut akan dimulai pada 2018 mendatang.
Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Arie Setyadi Moerwanto mengatakan, selain tol Cisamdawu, China juga mengincar beberapa proyek infrastruktur yang sedang dikerjakan pemerintah. Khusus untuk proyek jalan tol, Arie mengatakan China juga tertarik untuk mendanai pembangunan jalan tol Padang-Pekanbaru.
"Banyak yang ditawarkan. Sumber Daya Air dan lain-lain juga. Salah satunya yang mereka (China) inginkan untuk di Tol Padang-Pekanbaru. Di sana juga ada pekerjaan tunnel kan. Mereka juga ingin kerjakan," ungkapnya di Kantor Bina Marga, Kementerian PUPR, Jakarta Selatan, Jumat (24/11).
Namun, China bukanlah satu-satunya peminat. Menurutnya, Jepang melalui Japan International Coorporation Agency (JICA) juga tertarik mendanai pembangunan jalan tol Pekanbaru-Padang tersebut.
Meskipun begitu, pemerintah belum bisa menentukan siapa akan mendanai salah satu ruas tol Trans Sumatera tersebut. "Boleh saja mereka menawarkan. Tapi kan banyak juga negara-negara lain berminat. Jepang kan juga pengen. Nanti kita kompetisikan mana yang paling menguntungkan buat Indonesia," jelasnya.
Seperti diketahui, pemerintah berencana membangun jalan tol Padang-Bukittinggi-Pekanbaru sepanjang 240 km. Pembangunan jalan tol tersebut akan dimulai pada 2018 mendatang.
Baca juga:
Sebelum tutup tahun, tarif 13 ruas tol ini akan naik
Dapat utang Rp 2,2 triliun dari China, Tol Cileunyi-Rancakalong beroperasi 2019
Pembebasan lahan Tol Serpong-Cinere capai 85 persen, 10 bidang wakaf kena dampak
Jasa Marga kebut proyek pembangunan jalan tol sepanjang 660 km
Rambu VMS di KM 15 Tol Jakarta-Cikampek roboh, lalu lintas macet total
Memantau progres pembangunan ruas Tol Kelapa Gading-Pulogebang
Korea Selatan minati proyek sistem otomatis operasional tol Indonesia