LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Bank Mandiri-BNI-BRI dibebaskan kelola Rp 39 T pinjaman dari China

Masing-masing bank akan mendapat dana USD 1 miliar.

2015-07-12 14:00:00
Utang
Advertisement

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengatakan, China siap mencairkan dana pinjaman sebesar USD 3 miliar atau setara Rp 39,9 triliun. Dana ini langsung diberikan kepada tiga bank milik negara, Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia (BNI) dan Bank Rakyat Indonesia (BRI).

"Sudah. Pertama dengan perbankan sudah negosiasi USD 1 miliar untuk masing-masing bank.‎ Mandiri, BNI dan BRI total USD 3 miliar. Tinggal finalisasi soal bunganya," jelasnya di Lapangan Timur Senayan, Jakarta, Minggu (12/7).

Dia mengungkapkan, peminjaman dana ini tidak memiliki ketentuan dalam penggunaannya. Sehingga masing-masing bank pelat merah tersebut bebas memanfaatkan dana tersebut.

"Ini hanya fasilitas fleksibel dalam arti perbankan Indonesia bisa tentukan pemanfaatan USD 3 miliar ini. Yang lainnya sudah ada program soal refinancing," tegas mantan Menteri Perindustrian ini.

Sebelumnya, China berencana memberikan pinjaman sebesar USD 50 miliar kepada Indonesia. Itu bakal digunakan untuk menggarap sejumlah proyek infrastruktur.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) membenarkan adanya utang dari China tersebut. Menurutnya, USD 10 miliar dari pinjaman itu nantinya bakal diberikan kepada Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk menggarap proyek listrik 35.000 MW.

Tidak sampai di situ, utang dari Negeri Tirai Bambu tersebut rencananya akan dialihkan untuk membangun kereta cepat Jakarta-Bandung. Rini mengakui bahwa proyek kereta cepat itu sudah memasuki tahap finalisasi studi kelayakan.

"Sekarang ini kereta cepat itu mereka sedang studi kelayakan yang untuk menentukan," kata Rini, Jakarta.

Dana pinjaman sebesar USD 50 miliar itu nantinya berasal dari Bank CBD dan ICBC. Rini akui bahwa perbankan BUMN sendiri tidak mampu membiayai berbagai macam proyek infrastruktur. "Karena perbankan BUMN limitnya sudah sangat terbatas," ujarnya.

Baca juga:
Pinjaman tanpa agunan, uangteman.com tak pakai debt collector
Kepemilikan asing di surat utang negara capai Rp 535 triliun
uangteman.com tawarkan pinjaman tanpa agunan
Sudah tembus Rp 1.700 triliun, Jokowi tak takut tambah utang
Iming-iming utang ratusan triliun buat Indonesia

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.