LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

China Bakal Guyur Indonesia dengan Investasi USD 1,38 Miliar

Dia menjelaskan bahwa pada pertengahan April – Mei 2021 akan dilakukan kunjungan oleh pelaku usaha China ke Indonesia terutama ke dua daerah, Kalbar dan Jateng.

2021-04-16 16:00:00
China
Advertisement

Duta Besar Indonesia untuk Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dan Mongolia, Djauhari Oratmangun menyebut bahwa China akan melakukan investasi USD 1,38 miliar ke Indonesia, termasuk di Kalimantan Barat.

"Sejauh ini China sudah banyak investasi ke Kalbar. Tahun ini investor dari sana akan berinvestasi ke Indonesia terutama di Kalbar dan Kota Batang, Jawa Tengah. Nilai investasi di bidang furnitur USD 1,38 miliar," ujarnya dikutip dari Antara, Jumat (16/4).

Dia menjelaskan bahwa pada pertengahan April – Mei 2021 akan dilakukan kunjungan oleh pelaku usaha China ke Indonesia terutama ke dua daerah, Kalbar dan Jateng.

Advertisement

"Tentu investasi ini menjadi peluang daerah untuk maju dan terus membangun kerjasama perdagangan," jelas dia.

Sejauh ini, Kalbar berperan besar dalam meningkatkan nilai ekspor Indonesia ke China yakni sebesar 10,13 persen.

"Yang menarik ekspor Indonesia meningkat termasuk kontribusi dari Kalbar signifikan 10,13 persen, dengan peningkatan ini kita mampu mengurangi permasalahan perdagangan Indonesia-Tiongkok nyaris 69 persen, ini merupakan data dari China," kata dia.

Advertisement

Indonesia Eksportir Terbesar ke-4

Dia menyebutkan bahwa Indonesia saat ini di negara ASEAN menempati urutan ke 4 sebagai eksportir terbesar ke China tahun 2020. "Hingga pandemi saat ini hubungan antara Indonesia-China terjalin dengan baik."

Nilai ekspor Indonesia mengalami peningkatan sebesar 15 persen dibanding dengan total ekspor 2019.

"Ada peningkatan ekspor Indonesia untuk tahun ini sebesar 15 persen, produk unggulan dan potensialnya di antaranya, besi dan baja meningkat 136,52 persen, kertas dan kertas karton 133,25 persen, timah dan barang dari padanya 544,07 persen dan barang lainnya," kata dia.

Total perdagangan antar dua negara tersebut sudah di atas USD 78,48 miliar, ada sedikit penurunan volume dikarenakan adanya Pandemi Covid-19.

"Untuk perdagangan tahun 2020 dengan adanya pandemi saat ini pariwisata menjadi mati suri, semoga dengan penanganan yang tepat pariwisata menjadi meningkat," harap dia.

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.