Chatib Basri jadi menkeu, tak ada istilah blokir anggaran?
Chatib ingin mengubah persepsi negatif dalam institusi kementerian keuangan yang dinilai menghambat anggaran.
Agus Martowardojo dikenal sebagai salah satu menteri keuangan yang cukup ketat dan hati-hati dalam hal pengelolaan anggaran. Termasuk pemberian insentif untuk calon investor.
Sampai-sampai, kemenkeu dituding ikut membuat pelaksanaan ujian nasional menjadi karut marut lantaran anggaran kemendikbud masih diblokir. Padahal, pemblokiran anggaran karena ada yang janggal. Belum lagi lambannya proses pengajuan tax holiday di Kemenkeu.
Bagaimana paska lengsernya Agus Marto? Menteri Keuangan Chatib Basri menuturkan, selama ini ada stigma atau persepsi bahwa Kementerian Keuangan lebih banyak menghentikan (stopper) anggaran kementerian/lembaga dibandingkan menjadi penolong (helper). Chatib ingin mengubah persepsi itu.
"Ada persepsi yang kuat bahwa berhubungan dengan kementerian ini sangat sulit. Governance memang harus dijaga, tetapi kita harus jadi helper instead of stopper," ujar dia dalam sambutannya pada acara Sertijab Menteri Keuangan di Kantor Kementerian Keuangan, Lapangan banteng, Jakarta, Selasa (21/5).
Yang dimaksud dengan stopper, kata dia, terkait pemblokiran anggaran Kementerian/Lembaga dan masalah-masalah insentif untuk menggenjot investasi. Di bawah kepemimpinannya, Chatib akan melakukan evaluasi.
"Tentu akan ada evaluasi sekarang, saya percaya persoalan selesai kalau K/L melakukan komunikasi yang baik dengan Kemenkeu. Lalu investor bawa segepok dokumen. Front Office bilang enggak boleh karena dokumen tidak lengkap. Itu stopper namanya. Tapi kalau menunjukkan sikap helper maka saya percaya persoalan itu akan dilewati dengan memberitahu mana dokumen yang belum dilengkapi. Tentunya dengan berpegang kepada Good Governance," tegas dia.
Untuk itu, Chatib mengharapkan dukungan dari seluruh jajaran Kementerian Keuangan untuk mengubah stigma itu. "Dukungan bapak ibu sangat penting. Ditambah persiapan ketemu DPR kurang dari 16 jam lagi," ucapnya.
(mdk/noe)