LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Cerita Jonan, Mayoritas Pegawai PT KAI Lulusan SD dan SMP

Jonan mengakui pada saat itu, dari 24.600 ribu pegawai di PT KAI sebanyak 9.600 atau 35 persenya hanya bermodalkan ijazah Sekolah Dasar (SD). Sedangkan 6.300 lainnya atau sebesar 20 persen berijazah Sekolah Menengah Pertama (SMP). Kemudian, yang memiliki gelar sarjana hanya mencapai 86 orang saja, termasuk Jonan.

2019-02-26 16:14:19
Ignasius Jonan
Advertisement

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan mengisahkan ketika dirinya menjabat sebagai Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) beberapa waktu lalu. Jonan mengatakan, saat itu banyak pihak justru meragukan dirinya untuk menangani persoalan yang ada diperkeretaapian.

"Waktu saya ditugaskan di kereta api, semua teman-teman saya bilang 'ini amat sulit dibenahi, karena 80 persen pegawai tetapnya aparatur negara, ada yang sipil dan non' Saya bilang, udah kita coba aja." kata Jonan saat menjadi pembicara dalam Rapat Koordinasi Nasional Badan Layanan Umum, di Gedung Dhanapala Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (26/2).

Jonan mengakui pada saat itu, dari 24.600 ribu pegawai di PT KAI sebanyak 9.600 atau 35 persenya hanya bermodalkan ijazah Sekolah Dasar (SD). Sedangkan 6.300 lainnya atau sebesar 20 persen berijazah Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Advertisement

Kemudian, yang memiliki gelar sarjana hanya mencapai 86 orang saja, termasuk Jonan. Menurut Jonan, presentasi ini pun berbanding lurus dibandingkan dengan jumlah mayoritas di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang rata-rata kebanyakan lulusan sarjana.

"Kalau di Kemenkeu yang bukan sarjana berapa Bu? 5 persen? Saya kebagian SD 35 persen, SMP 20 persen bisa bubar saya," ujar Jonan sembari tersenyum.

Meski demikian, Jonan berpandangan bahwa tingkat pendidikan tidak semestinya menjadi tolak ukur keberhasilan suatu perusahaan. Terlebih, bagi dia adalah bagaimana kinerja dari bawahan-bawahannya ketika itu mampu menunjukkan hal positif.

Advertisement

"Pengalaman di kereta api menurut saya ini membuktikan bahwa kita bisa. Di KAI, 60 persen lulusan SD dan SMP itu bisa berubah dan layanan semakin bagus," jelas dia.

Baca juga:
Cerita Jonan Naikkan Gaji Kepala Stasiun Gambir dari Rp 2,75 Juta jadi Rp 30 Juta
Angkutan Lebaran, Tiket Ekonomi KA Mataremaja Jakarta-Malang Habis Hitungan Jam
Cek Jadwal Penjualan dan Fakta Seputar Tiket Kereta Lebaran 2019
Tiket Kereta Api Mudik Lebaran Sudah Bisa Dipesan Sekarang
Strategi PT KAI Tingkatkan Layanan Saat Lebaran 2019

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.