Cerita buruh difabel, bekerja di pabrik pembuat baju anti peluru kelas dunia
ANWECA merupakan perusahaan yang bergerak industri garmen dan trading. Ada pun produk unggulan yang dihasilkan antara lain safety vest, baju anti peluru, dan jas hujan. Saat ini telah ada 4 pekerja difabel di pabrik Jakarta. Sedangkan, untuk pabrik di Jawa Tengah sudah ada 20 pekerja difabel.
PT Anugraha Wening (ANWECA) mempekerjakan para penyandang disabilitas sebagai bagian di sektor produksi. ANWECA merupakan perusahaan yang bergerak industri garmen dan trading. Ada pun produk unggulan yang dihasilkan antara lain safety vest, baju anti peluru, dan jas hujan.
"Sebagian besar konsumen kita dari perusahaan pertambangan, baju anti api yang paling banyak," tutur Founder ANWECA, Donda Lucia Hutagalung, di Kantornya, Jakarta Barat, Kamis (30/11).
Dia mengatakan bahwa tujuan utamanya melibatkan para penyandang disabilitas semata untuk memberikan kesempatan bekerja dalam industri garmen. "Saya mau tunjukkan bahwa saudara-saudara yang difabel itu bisa mengerjakan produk-produk yang berstandard internasional. Mereka juga bisa," ungkapnya.
Dia pun menjelaskan bahwa untuk saat ini telah ada 4 pekerja difabel di pabrik Jakarta. Sedangkan, untuk pabrik di Jawa Tengah sudah ada 20 pekerja difabel. "Itu akan nambah lagi seiring meningkatnya pesanan yang diterima," kata dia.
Donda menambahkan pihaknya memberikan perlakuan khusus kepada para karyawan yang menyandang disabilitas. "Saya tidak pakai target untuk teman yang difabel," ungkapnya.
Dia menjelaskan para karyawan difabel yang baru mulai bekerja tidak diharuskan untuk memenuhi target produksi tertentu. "Mereka ukur sendiri. Yang dikasih mereka gaji harian. Tidak ada target. Kalau teman-teman yang tidak difabel itu ada target. Mereka (karyawan difabel) ada tidak ada hasil dibiarkan dulu. Lama-lama mereka makin pinter paling lama satu bulan mereka sudah bisa," jelas dia.
Hal ini dilakukan guna menciptakan lingkungan kerja yang nyaman bagi para karyawan difabel sehingga mereka dapat bekerja lebih produktif. "Saya dapat informasi kalau orang difabel tidak boleh stres. Mereka mudah panik. Dalam keterbatasan mereka yang dikasih awal itu hal yang mudah-mudah dulu. Kalau mereka mau nambah pekerjaan, mereka akan nambah sendiri. Mereka atur sendiri," kata dia.
"Kalau masih awal masih belajar, mereka tidak langsung pakai bahan yang benar. Mereka pakai kain dulu biasa dulu," sambungnya.
Baca juga:
Jokowi: Orang RI, lihat produk made in Indonesia langsung batal beli
Menengok sentra industri kecil sandal Bogor
Produk pakaian asal Bali laris manis di Amerika serikat
Kemendag dorong ekspor kaos oblong ke Jepang sambut Olimpiade 2020
Tetap laku meski bak saringan tahu
Lunglai digempur celana dalam China