CEO Path: Indonesia pengguna Path teraktif nomor 1 di dunia
CEO Path Dave Morin berkunjung selama tiga hari ke Jakarta.
Sejak Maret lalu, Path, jejaring sosial khusus telepon seluler, membuat layanan chatting untuk software generasi ketiga dengan sebutan "private chat". Sayangnya, banyak pengguna, khususnya di Indonesia, mengeluhkan kualitas kecepatan mengobrol di Path lebih lambat dibanding fitur serupa di jejaring sosial lain.
CEO sekaligus pendiri Path, Dave Morin, mengakui layanan chat itu masih banyak kekurangan. Di Indonesia, akar masalahnya adalah kualitas server dalam menggenjot lalu lintas data antarpengguna.
Karena itu, dalam lawatan selama tiga hari di Indonesia pekan lalu untuk mencari rekan kerja baru, Morin berjanji akan menginvestasikan dana cukup besar memperkuat server di Tanah Air.
"Kami sedang berusaha meningkatkan kecepatan layanan kami, terutama di Jakarta, dan Indonesia secara umum. Hal itu dilakukan supaya layanan chat dan posting foto bisa dilakukan lebih cepat lagi," ucapnya kepada merdeka.com saat menyambangi kantor redaksi dan manajemen di AXA Tower, Jakarta, Jumat (1/11).
Apalagi, dari pantauannya, pengguna Path di Indonesia cukup aktif bertukar pesan dalam wujud teks. Fenomena serupa juga semakin mengemuka di belahan dunia lain.
Sang CEO kelahiran Montana, Amerika Serikat, pada 1981 itu mengakui, untuk pasar Indonesia, pendekatan yang mengakomodasi kebutuhan layanan teks maupun chat akan menentukan kesetiaan pengguna.
"Sekarang bertukar pesan menjadi urutan kedua aktivitas yang paling banyak dilakukan pengguna kami. Rasanya memang harus kami perbaiki layanan saat ini, agar semakin cepat," kata Morin.
Poerwanto (29), karyawan swasta di Jakarta, termasuk yang mengeluhkan leletnya fitur obrolan Path. "Fitur chat di Path, tidak secepat dan sebagus layanan lain. Padahal bagi pengguna di Indonesia, fitur chat cukup populer, bahkan justru yang utama," ujarnya mengkritik.
Saat ini, Indonesia adalah negara berbahasa non-Inggris teraktif yang menggunakan Path. Hal itu membuat Morin yakin, usahanya memperkuat layanan khusus pengguna di Tanah Air akan menguntungkan.
Data terbaru Path menunjukkan, dari total 20 juta pengguna di seluruh dunia, 4 juta-nya berada di Indonesia. Lebih dari separuh aktivitas Path, seperti berbagi foto atau berkirim pesan teks, juga datang dari negara ini.
"Data itu membuat Indonesia sebagai negara pengguna Path teraktif nomor 1 sehari-sehari di seluruh dunia," ungkap Morin.
Baca juga:
Buka 'cabang' di BlackBerry, Path target raup 50 juta pengguna
Belum ingin IPO, Path lebih suka jualan fitur premium dan stiker