Cegah Omicron, KAI Commuter Batasi Penumpang di Bawah 50 Persen
PT KAI Commuter mengungkap sejumlah strategi untuk mengantisipasi penyebaran berbagai varian virus Covid-19. Termasuk jenis Omicron yang sudah terdeteksi di Indonesia pada beberapa waktu lalu
PT KAI Commuter mengungkap sejumlah strategi untuk mengantisipasi penyebaran berbagai varian virus Covid-19. Termasuk jenis Omicron yang sudah terdeteksi di Indonesia pada beberapa waktu lalu.
Vice President Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba menyatakan, setidaknya ada lima strategi yang disiapkan KAI Commuter untuk menangkal Omicron. Pertama, memperpanjang kapasitas penumpang di bawah 50 persen.
"Meski banyak transportasi publik yang sudah 100 persen tetapi KRL masih di bawah 50 persen. Ini protokol pertama yang harus kami sampaikan," ujarnya
dalam konferensi pers Persiapan Layanan Operasional PT KCI di Masa Angkutan Nataru 2022 di bilangan Gondangdia, Jakarta Pusat, Jumat (17/12).
Kedua, membuka sentra vaksinasi Covid-19 bagi penumpang KRL. Anne mencatat, sebanyak 15 ribu dosis vaksin telah diberikan kepada penumpang hingga sekarang. "Bahkan, kami masih siap jika ada Pemda yang ingin bekerja sama dengan untuk membuka sentra vaksin," tekannya.
Ketiga, KAI Commuter memberlakukan syarat wajib vaksin Covid-19 kepada seluruh penguna. Ini dibuktikan dengan menunjukkan kartu vaksin baik berbentuk fisik maupun digital sebagai syarat perjalanan.
"Ini adalah antisipasi protokol kesehatan di KRL juga," ungkapnya.
Keempat, KAI Commuter berkomitmen untuk tetap melarang penumpang usia balita. Meskipun, dalam beberapa waktu terakhir kasus harian Covid-19 di Indonesia mengalami tren penurunan.
Terakhir, KAI Commuter terus menjalin komunikasi dengan Kementerian Perhubungan selaku regulator untuk memantau perkembangan Omicron. Mengingat, varian baru tersebut dilaporkan sejumlah negara bersifat mudah menular.
"Jadi, ini aturan-aturan yang kami buat untuk mengantisipasi varian apapun. Termasuk Omicron," tutupnya.
Baca juga:
RSDC Wisma Atlet Lockdown Seusai Temuan Kasus Omicron
CEK FAKTA: Varian Omicron Disebut Lebih Berbahaya daripada Delta? Simak Faktanya
Anies Beri Instruksi Tingkatkan Kapasitas Testing-Tracking Kontak Erat Kasus Omicron
Peneliti: Omicron Lebih Cepat Menyebar Karena Gejala Klinis Ringan
Pasien Pertama Omicron Diisolasi di Tower 3 RSD Wisma Atlet
Jakut Serahkan Penanganan Karantina Orang dengan Omicron ke Kemenkes