Cegah harga naik di Ramadan, Kemendag imbau belanja ikuti kebutuhan bukan keinginan
Kementerian Perdagangan berharap masyarakat agar menjadi konsumen cerdas menjelang Ramadan. Hal ini untuk menghindari lonjakan harga barang yang kerap terjadi selama Ramadan. Pihaknya juga mengingatkan para pelaku usaha baik di pasar tradisional atau ritel modern agar tetap mencantumkan harga di setiap produk.
Kementerian Perdagangan (Kemendag) berharap masyarakat agar menjadi konsumen cerdas menjelang Ramadan. Hal ini untuk menghindari lonjakan harga barang yang kerap terjadi selama Ramadan.
"Berbelanja sesuai kebutuhan bukan keinginan," kata Staf Ahli Menteri Perdagangan Bidang Pengamanan Pasar, Sutriono Edi, seperti dikutip dari Antara di Manado, Sabtu (5/5).
Dia mengatakan memang setiap memasuki perayaan keagamaan pasti akan ada lonjakan permintaan baik sandang maupun pangan. "Namun, kami terus ingatkan jadilah konsumen cerdas, sehingga biaya belanja tidak terlalu besar," katanya.
"Terkadang pembelian yang tidak terkontrol akan berdampak pada harga jual di tingkat pedagang, karena melihat minat masyarakat yang tinggi, bisa saja pedagang menaikkan harga, padahal stok melimpah," jelasnya.
Pihaknya juga mengingatkan para pelaku usaha baik di pasar tradisional atau ritel modern agar tetap mencantumkan harga di setiap produk yang dijual. "Sesuai pantauan saya di Manado, Sulawesi Utara (Sulut) masih ada pedagang pasar maupun ritel yang tidak mencantumkan harga barang di pajangan," katanya.
Baca juga:
Mendag: Tidak ada harga komoditas pangan naik tinggi selama Ramadan
Nelayan masih libur lebaran, harga ikan di Banda Aceh meroket
Kestabilan harga pangan Lebaran 2017 diklaim terbaik dalam 10 tahun
Wiranto: Baru Lebaran sekarang harga pangan tak mencekik masyarakat
Gus Ipul banggakan stabilitas harga selama Lebaran di Jawa Timur
Permintaan melonjak, harga daging sapi naik Rp 160 ribu per kilo
Stabilkan harga pangan saat Ramadan, mendag & mentan dipuji Jokowi