Catat, Ini 4 Tips Atur Keuangan Agar Tidak Boncos di Bulan Ramadan
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan, setidaknya terdapat empat tips yang dapat digunakan masyarakat dalam mengelola keuangan. Pertama, buat rencana keuangan.
Permintaan masyarakat terhadap makanan maupun pakaian cenderung meningkat selama Ramadan. Menyusul, banyaknya tawaran potongan harga atau diskon.
Selain itu, tradisi mengenakan ‘baju baru’ saat Lebaran juga erat dengan masyarakat Indonesia. Kondisi ini tentu saja dapat mempengaruhi keuangan masyarakat.
Lantas bagaimana cara mengatur keuangan selama bulan puasa?
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan, setidaknya terdapat empat tips yang dapat digunakan masyarakat dalam mengelola keuangan. Pertama, buat rencana keuangan.
"Susun alokasi keuangan selama bulan Ramadan, seperti belanja sahur, buka puasa, THR, sedekah, zakat, dan kebutuhan lebaran," tulis OJK dalam melalui akun @ojkindonesia, dikutip di Jakarta, Jumat (24/3).
Kedua, tahan godaan belanja barang yang tidak dibutuhkan. Hal ini bertujuan agar tujuan yang disusun dalam rencana keuangan dapat tercapai.
"Diskon besar memang menggoda tapi belanjalah hanya untuk kebutuhan sesuai rencana yang sudah disusun," jelas OJK.
Ketiga, jangan meminjam secara online. Fitur paylater atau pinjaman online memang bisa membantu menalangi belanja kebutuhan kita. Namun, itu merupakan bentuk uang yang harus dilunasi.
Keempat, catat pengeluaran secara disiplin. Mulai sekarang, biasakan mencatat pengeluaran harian agar kamu bisa memantau segala bentuk transaksi keuanganmu.
"Ingat, selalu disiplin terhadap rencana keuangan yang telah kamu susun," terang OJK.
(mdk/idr)