Cak Har, Pria Lulusan SD Sukses Bisnis Soto Lamongan Modal Uang Pinjaman Rp200.000
Mungkin, banyak masyarakat belum populer dengan Soto Lamongan Cak Har. Namun rumah makan ini sangat dikenal dan menjadi rumah makan legendaris di Surabaya, jawa Timur.
Setiap wilayah di Indonesia memiliki rumah makan legendaris dengan masing-masing menu unggulannya. Salah satunya adalah Soto Lamongan Cak Har.
Mungkin, banyak masyarakat belum populer dengan Soto Lamongan Cak Har. Namun rumah makan ini sangat dikenal dan menjadi rumah makan legendaris di Surabaya, jawa Timur.
Pemilik rumah makan soto lamongan ini bernama Kahar. Sebagaimana adat Jawa Timur, saat memanggil seseorang yang lebih tua atau disegani, akan dipanggil dengan ‘Cak’ yang berasal dari cacak. Maka Kahar kemudian disapa dengan Cak Har. Cak Har merupakan pria kelahiran Lamongan, 4 April 1971.
Awal Cak Har berbisnis di tahun 1982, usai lulus dari sekolah dasar (SD). Karena keterbatasan biaya, Cak Har tidak melanjutkan pendidikannya ke jenjang sekolah menengah pertama (SMP).
Tidak ingin berdiam diri, Cak Har kemudian mencoba peruntungan di Surabaya untuk bekerja.
Pada tahun 1991, dia ikut bekerja dengan orang jualan soto selama 1 tahun lamanya. Hingga pada tahun 1992, dia memutuskan untuk berhenti karena ingin mencoba membangun rumah makan sendiri.
Awal Mula Usaha
Di awal usahanya, Cak Har harus meminjam uang kepada teman-temannya sebagai modal. Saat itu terkumpul Rp200.000. Modal itu kemudian diperuntukkan untuk membuat gerobak dan bahan-bahan soto.
Selama periode 1997 hingga 2000, Cak Har berkeliling jalan di Surabaya menjajakan soto dengan gerobak sederhananya. Per porsi, dia menjual soto Rp600. Dalam satu hari, dia dapat meraup omzet sekitar Rp250.000. Angka yang cukup besar di masanya.
Omzet itu kemudian dia sisihkan untuk ditabung. Dan semakin hari, dagangannya laris manis. Banyak masyarakat menyukai soto buatan Cak Har. Semula omset harian Rp250.000 menjadi Rp1 juta per hari.
Pada tahun 2012 Cak Har memberanikan diri untuk membuka rumah makan di Jalan Ir. Soekarno, Surabaya. Saat itu dia langsung merekrut 60 karyawan. Popularitas rumah makan Soto Lamongan Cak Har pun semakin tinggi. Banyak artis ibu kota ataupun artis lokal berkunjung ke rumah makan ini.
Meski belum ada data terbaru, namun hingga tahun 2014, rumah makan Soto Lamongan Cak Har sudah ada tujuh cabang di seluruh Indonesia.
(mdk/idr)