LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Butuh waktu lama dan uang miliaran dolar untuk bangun PLTN

"Proses review teknologi ini bisa memakan waktu 5-8 tahun dengan biaya miliaran dolar."

2016-01-10 21:04:00
PLTN
Advertisement

Institute for Essential Service Reform (IESR), Fabby Tuwiwa menjelaskan beberapa pertimbangan jika Indonesia ingin membangun dan mengembangkan teknologi nuklir. Pengembangan teknologi ini membutuhkan waktu lama dan uang yang tidak sedikit. Dalam perkembangannya, generasi nuklir 3+ (tiga plus) hampir 10 tahun kontruksi belum belum juga rampung.

"Proses review teknologi ini bisa memakan waktu 5-8 tahun dengan biayanya miliaran dolar (USD). Kemudian untuk melisensikan hasil review, Anda harus siapkan USD 600 juga hingga USD 1 miliar. Artinya butuh waktu dan proses yang memakan biaya besar," ungkap Fabby saat acara diskusi Energi Kita yang digagas merdeka.com, RRI, Sewatama, IJTI, IKN dan IJO di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Minggu (10/1).

Saat ini, lanjut Fabby, negara yang sedang mengembangkan teknologi nuklir adalah Inggris. Diperkirakan Inggris menghabiskan dana USD 14 hingga USD 15 miliar, untuk kelas daya listrik yang dihasilkan sebesar 1.200-1.300 mw.

Advertisement

"Jadi persepsi pembangunan nuklir perlu diketahui. Dan masyarakat pun harus mengetahuinya," tutur dia

Di sisi lain, dengan adanya PLTN nantinya pun, apakah Indonesia siap mengelola limbahnya secara baik. Atau malah, mendatangkan limbah baru di negeri ini.

"Amerika, Prancis dan Jerman saja pusing simpan limbah. Memang ada generasi nuklir empat yang sedang dikembangkan, di mana kegunaan limbah nuklir bisa dijadikan bahan bakar. Tapi apakah kita siap dengan keberadaan nuklir," katanya.

Advertisement

Fabby juga mengatakan kalau pembangunan proyek nuklir tidaklah mudah, sebab teknologi nuklir dinilai sangat berbahaya bahkan tidak aman.

Buktinya Prancis sebagai negara kedua terbanyak yang miliki reaktor nuklir, sudah seharusnya pada 2014, Prancis mengeluarkan kebijakan nuklir sebagai energi terbarukan. Tapi kenyataannya mereka malah mengatakan hingga 2025 listrik hasil PLTN pun hanya 25 persen.

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.