Butuh 12 tahun bagi EgyptAir untuk bisa mendarat di Jakarta
EgyptAir tetap memilih terbang dari Jakarta meski bandara Soekarno Hatta padat dan sibuk.
Maskapai asal Mesir, EgyptAir membuka penerbangan rute Jakarta-Kairo via Bangkok terhitung mulai 23 Desember 2013. EgyptAir tetap memilih Bandara Soekarno-Hatta walaupun bandara ini sudah sangat padat dan pesawat harus antre untuk mendarat maupun terbang.
Presiden Direktur EgyptAir Raden Saleh Abdul Malik memahami kondisi bandara Cengkareng. Tapi dia tetap tenang lantaran sudah mendapat slot terbang dari otoritas bandara.
"Kita itu sudah lama sebetulnya mempelajari untuk dapat mendarat di Indonesia (Jakarta). Sudah 12 tahun. Memang saat ini sudah terjadi kepadatan, apalagi untuk kita bisa mendapatkan connecting yang bagus dengan jam yang sangat padat. Tapi kita sudah dapat slot," jelasnya saat konferensi pers di Hotel Aston, Kuningan, Jakarta, Rabu (27/11).
Masalah kepadatan dan kesibukan bandara bukan masalah berarti bagi EgyptAir. Dengan pasar yang besar, wajar jika bandara Soekarno Hatta sibuk dan padat. Yang menjadi masalah bagi maskapai penerbangan, infrastruktur pendukung yang ada di bandara.
"Marketnya tidak terkendala cuma infrastrukturnya kendala. Namun yang belum selesai yaitu perdebatan tempat parkir karena pesawat kami 777-300ER," sambungnya.
Terlepas dari itu, Saleh tidak membantah jika nantinya EgyptAir terbang dari bandara lainnya di Indonesia. Menurutnya, Indonesia sudah memiliki banyak bandara kelas internasional yang mampu menampung pesawat raksasa.
"Pemerintah memang menyarankan pembagian beban tidak menumpuk di sini (Jakarta). Tergantung nantinya apakah nanti secara ekonomis dapat dipertanggungjawabkan. Kemungkinan itu ada (tidak dari Jakarta)," tutup Saleh.
(mdk/noe)