BUMN tunjuk Inalum pimpin holding sektor pertambangan
Inalum merupakan BUMN yang 100 persen sahamnya milik pemerintah.
Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengatakan PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) (Persero) akan dibentuk menjadi grup atau holding perusahaan bergerak di sektor pertambangan. Alasannya, Inalum merupakan BUMN yang 100 persen sahamnya milik pemerintah.
"Induknya yang merupakan BUMN 100 persen. Bukan (perusahaan) Tbk, dan belum IPO," ujar Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media, Kementerian BUMN, Fajar Hari Sampurno saat ditemui di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (1/3).
BUMN menambahkan pemilihan PT Inalum memudahkan pengawasan pemerintah pada sektor pertambangan. Selain itu, pembentukan holding itu memudahkan perusahaan pertambangan dari sisi keuangan dan proyek-proyeknya dan terpenting tidak mengganggu jalannya investasi sektor pertambangan.
"Jadi satu perusahaan akan difokuskan kepada satu sektor pertambangan," kata dia.
Fajar menambahkan holding BUMN ini juga akan membahas divestasi PT Freeport Indonesia. Sedangkan, untuk anggota holding sendiri yaitu PT Inalum (Persero) sebagai induk, PT Aneka Tambang Tbk, PT Bukit Asam Tbk, dan PT Timah Tbk.
Baca juga:
20 Perusahaan BUMN bersinergi sukseskan tol laut Jokowi
Rini tunjuk Pertamina jadi induk holding BUMN energi
Pinjam lahan Pelindo II, Intraco bangun PLTU di Bengkulu
JK sebut holding BUMN bisa tingkatkan efisiensi dan permodalan
BUMN siap jual Merpati ke asing hingga 100 persen