BUMN tidak bisa lagi andalkan APBN bangun infrastruktur
Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan BUMN tidak bisa lagi mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam pembangunan proyek infrastruktur. Saat ini, pemerintah telah menyiapkan Pembiayaan Investasi Non Anggaran (PINA) yang memungkinkan BUMN tak lagi berharap banyak ke PMN.
Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan BUMN tidak bisa lagi mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam pembangunan proyek infrastruktur. Saat ini, pemerintah telah menyiapkan Pembiayaan Investasi Non Anggaran (PINA) yang memungkinkan BUMN tak lagi berharap banyak ke Penyertaan Modal Negara (PMN).
"Kita harus melihat bahwa tidak harus APBN yang jadi alternatif terakhir untuk membuat proyek itu jalan. Disinilah skema PINA diluncurkan dengan tujuan agar suntikan modal tidak dari PMN tapi dari pengelolaan dana jangka panjang yang datangnya dari dana pensiun dan asuransi," ujarnya di Gedung Bappenas, Jakarta, Jumat (17/2).
Bambang mengatakan perusahaan pemegang proyek infrastruktur seperti BUMN memang tidak mungkin dapat menjalankan proyek dengan menggunakan dana sendiri. Untuk itu, solusi penggunaan skema PINA merupakan solusi terbaik dibanding hanya investasi di bank dan pasar modal.
"Kalau di masa lalu, modal tidak cukup dia berharap pemerintah suntik modal PMN. Sehingga, seolah-olah infrastruktur itu jadi penugasan," kata Bambang.
Untuk itu, Bambang berharap semua pelaku proyek baik BUMN maupun swasta memahami hal tersebut. Sehingga, ke depan tidak ada lagi pelaku proyek yang beralasan tidak memiliki dana untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur.
"PINA hari ini kita dorong sebagai contoh karena pihak yang butuh modal, pengelolaannya dana jangka panjang," pungkasnya.
Baca juga:
Bangun infrastruktur, Jokowi minta kontraktor daerah ikut dilibatkan
Jokowi: Tugas BUMN itu bangun infrastruktur sebanyak-banyaknya
Jasa Marga siapkan sistem transaksi terintegrasi di 2 ruas tol
Badrodin Haiti batal jadi Komisaris Utama Grab Indonesia
Datang ke Istana Negara, Badrodin Haiti masih dipanggil Kapolri
Akibat laba bank BUMN, setoran dividen merosot
PT PP siapkan investasi Rp 21 triliun tahun ini