Bulog Sumut Perkuat Koordinasi Pastikan Ketersediaan Minyakita Stabil di Pasar
Perum Bulog Sumatera Utara gencar berkoordinasi dengan pemangku kepentingan untuk menjaga ketersediaan Minyakita, di tengah isu keterbatasan pasokan dan tantangan distribusi.
Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut) secara intensif meningkatkan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Langkah ini diambil guna menjaga ketersediaan minyak goreng merek Minyakita di pasaran, khususnya di wilayah Sumatera Utara.
Koordinasi yang melibatkan pemerintah provinsi dan para produsen ini bertujuan untuk mengidentifikasi akar permasalahan keterbatasan pasokan. Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumatera Utara, Budi Cahyanto, menekankan pentingnya upaya bersama ini untuk mencari solusi agar Minyakita tetap tersedia secara stabil.
Upaya ini menjadi krusial mengingat minyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat. Bulog berkomitmen untuk memastikan pasokan yang memadai, meskipun realisasi penyerapan minyak di Sumut masih di bawah 35 persen dari total target penyerapan Bulog secara keseluruhan.
Upaya Bulog Menjamin Pasokan Minyakita
Bulog Sumut terus berkoordinasi erat dengan pemerintah daerah dan produsen untuk mengatasi isu keterbatasan pasokan Minyakita yang terjadi di pasar. Budi Cahyanto menyatakan bahwa koordinasi ini vital untuk menemukan solusi konkret agar produk Minyakita dapat terus diakses oleh masyarakat, terutama di Kota Medan.
Menurutnya, ketersediaan minyak goreng sebagai kebutuhan pokok tidak seharusnya mengalami kekurangan. Bulog sendiri telah menyerap jutaan liter minyak untuk program bantuan pangan, namun penyerapan di Sumut belum optimal.
Sebagai bagian dari strategi menjaga stabilitas, Bulog juga aktif menyalurkan Minyakita ke sejumlah pasar. Langkah ini diharapkan dapat membantu menstabilkan harga dan memastikan distribusi yang merata di seluruh wilayah.
Tantangan Distribusi dan Stok Minyakita di Sumut
Meskipun ada isu keterbatasan pasokan di pasar, hasil monitoring Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan ESDM Sumut menunjukkan stok Minyakita di gudang Bulog relatif aman. Pada 13 April 2026, total stok Minyakita mencapai sekitar 2.415 ton di empat gudang Bulog di Medan dan sekitarnya, dengan mayoritas dialokasikan untuk Program Bantuan Pangan (Bapang).
Namun, distribusi Minyakita ke masyarakat belum optimal. Data dari Januari hingga Maret 2026 menunjukkan bahwa penyaluran ke pengecer masih jauh di bawah jumlah pasokan yang diterima Bulog, dengan realisasi penyaluran hanya sekitar 33 hingga 47 persen.
Salah satu kendala utama distribusi adalah mekanisme Program Bapang yang mensyaratkan penyaluran beras dan Minyakita dalam satu paket. Keterbatasan bahan baku kemasan beras juga turut menghambat penyaluran bantuan ini.
Menjaga Stabilitas Harga dan Jangkauan Pasar
Terkait harga, Bulog mengakui bahwa masih terdapat harga Minyakita di beberapa pasar di Sumatera Utara yang melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp15.700 per liter. Bulog berupaya keras untuk memastikan harga sesuai HET dalam setiap penyaluran.
Bulog berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan penyaluran Minyakita ke seluruh pasar di Sumut. Pada periode Januari hingga Maret, Bulog telah menyalurkan total dua juta liter Minyakita, atau sekitar 80 ribu liter per hari, ke pasar-pasar.
Ke depan, Bulog akan terus melakukan bantuan pangan serta distribusi pasar secara berkelanjutan. Hal ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan Minyakita tetap terjaga dan harga tetap stabil bagi masyarakat.
Sumber: AntaraNews