LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Bulog siapkan anggaran Rp 15 triliun pengadaan beras 2018, termasuk impor 500.000 ton

Direktur Utama Perum Bulog, Djarot Kusumayakti mengatakan Bulog juga telah menyiapkan anggaran sekitar Rp 15 triliun untuk beras impor dari tiga negara yaitu Thailand Vietnam, Pakistan. Proses administrasi impor beras akan dilakukan dalam waktu dua hari ke depan.

2018-01-15 19:37:34
bulog
Advertisement

Pemerintah telah menugaskan badan urusan logistik (Bulog) untuk melakukan impor beras sebanyak 500 ribu ton. Hal ini sesuai dengan peraturan presiden nomor 48 tahun 2016 bahwa yang melakukan impor beras adalah Bulog.

Direktur Utama Perum Bulog, Djarot Kusumayakti mengaku siap untuk melakukan impor. Dia mengatakan Bulog juga telah menyiapkan anggaran sekitar Rp 15 triliun untuk pengadaan beras di tahun 2018, termasuk untuk impor dari tiga negara yaitu Thailand, Vietnam, Pakistan.

"Dari sisi anggaran, kami sudah persiapkan khusus untuk beras. Ada Rp 15 triliun," kata Djarot di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (15/1).

Advertisement

Dia menambahkan, agar impor segera dilakukan pihaknya lebih dulu akan menyelesaikan administrasi. Apabila administrasi selesai maka impor bisa dimulai. "Dari sana 20 hari (pengiriman beras impor). Beras tersebut nanti akan diberikan utamanya untuk daerah non produsen," imbuhnya.

Sementara itu, Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mengatakan, proses administrasi impor beras akan dilakukan dalam waktu dua hari ke depan. Dengan begitu beras impor akan cepat masuk dan dapat segera disalurkan.

"Semua akan mengikuti prosesnya karena ini penugasan berbeda dengan B-to-B (business to business) itu tidak lebih cepat tapi ini sekarang melalui satu rangkaian proses," jelas Enggar.

Advertisement

Dia menambahkan, beras yang diimpor adalah beras umum yang sebelumnya direncanakan beras khusus, yakni beras putih dengan kepecahan 0-5 (premium) dan beras putih dengan kepecahan 5-25 (medium). Dengan demikian maka tidak akan ada kekhawatiran terjadi kekurangan stok beras.

Selain itu, hal yang menggembirakan adalah dengan dilakukannya operasi pasar oleh Bulog. Bulog diminta untuk bisa terus melanjutkan operasi pasar dan mengeluarkan pasokan sebanyak 875 ribu ton yang saat ini dimiliki.

Baca juga:
Sri Mulyani tegaskan fokus pemerintah untuk stabilkan harga beras
Sudirman Said: Kalau jadi Gubernur, saya larang beras impor masuk Jateng
KPPU soal impor beras dialihkan ke Bulog: Bisa menambah cadangan stok dalam negeri
BPS akui Indonesia sering impor beras
Kementan diminta perbaiki data produksi beras dalam negeri

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.