Bulog berencana sewa gudang, ini kata Mendag Enggar
Menanggapi hal tersebut, Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mengaku tidak mau mempersoalkan hal itu. Menurutnya pemerintah hanya memberikan izin impor kepada Perum Bulog, sehingga urusan terkait dengan sewa gudang itu menjadi urusan Perum Bulog.
Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Bulog) berencana menyewa gudang milik TNI untuk menampung jumlah stok beras yang dimilikinya. Sebab, gudang milik Bulog sudah tidak mampu menampung stok beras, apalagi Bulog masih harus mengimpor beras.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mengaku tidak mau mempersoalkan hal itu. Menurutnya pemerintah hanya memberikan izin impor kepada Perum Bulog, sehingga urusan terkait dengan sewa gudang itu menjadi urusan Perum Bulog.
"(Solusinya pak?) Gak tau saya bukan urusan kita. Urusan Bulog," kata Mendag Enggar saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta, Selasa (18/9).
Sebelumnya, Perum Bulog mengatakan tidak akan melakukan impor beras hingga akhir tahun, sebab stok beras milik BUMN tersebut masih melimpah.
Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso mengatakan, saat ini stok beras di gudang Bulog mencapai 2,2 juta ton. Itu pun sudah tidak mampu tertampung di gudangnya sehingga harus meminjam gudang milik TNI.
"Bulog punya cadangan banyak. Di gudang 2,2 juta ton. Kemampuan gudang kita 3 juta ton, tapi ada yang rusak dan lain-lain. Makanya kita sewa, pinjam gudang TNI," ujar dia di Pasar Kramat Jati.
Baca juga:
Mendag Enggar: Beras impor masuk gudang Bulog sudah capai 1,3 juta ton
Bulog sewa gudang untuk tampung 500 ribu ton beras
Bos Bulog ungkap penyebab rendahnya serapan beras hingga buat gudang penuh
Bulog akan jual gula, tepung dan minyak goreng sachet seharga Rp 2.500
Stok Bulog diperkirakan tembus 3 juta ton, tahun depan RI ekspor beras