LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Bukan Soal Pendapatan, Ini Pembeda Orang Kaya dan Miskin

Sekolah tidak mengajarkan bagaimana cara uang bekerja, akan tetapi membuat seseorang menjadi karyawan yang baik. Akibatnya, banyak orang bergaji besar yang terperangkap siklus membayar tagihan yang menggunung setiap bulannya.

2023-06-30 11:37:00
Orang kaya dan kaya
Advertisement

Memiliki kebebasan finansial merupakan impian bagi setiap orang, khususnya para pekerja. Namun, ada tiga hal pembeda yang akan menentukan apakah kita menjadi kaya atau miskin.

Dalam buku berjudul Rich Dad Poor Dad karya Robert T Kiyosaki, mengulas pengalamannya menjalani hidup dengan dua ayah dengan pola pikir sangat berbeda.

Ayah kandung Robert merupakan seorang pekerja. Dia bekerja demi mendapatkan uang. Sementara ayah teman dekat Robert, yang dia anggap sebagai ayah, adalah seorang pengusaha. Ayah teman Robert berpikir bagaimana uang bekerja untuknya.

Advertisement

Selama menjalani hidup dengan dua ayah, dia berkesimpulan kalau orang kaya tidak bekerja untuk uang. Bukan berarti orang kaya tidak bekerja keras, akan tetapi mereka fokus belajar dan membuat uang bekerja untuk mereka.

Dalam buku tersebut, Robert menyampaikan, kalau pekerjaan sebagai karyawan adalah solusi jangka pendek untuk masalah jangka panjang yaitu kebebasan finansial. Sebab sejatinya, hubungan manusia dengan uang pada dasarnya dipengaruhi oleh dua emosi ketakutan dan ketamakan, fear and greed.

Ini yang membuat seseorang selalu berada dalam perlombaan tikus yaitu sebuah rutinitas pergi sekolah, lulus kuliah, kerja yang baik hingga pensiun. Bagi Robert rutinitas ini adalah jalur lama dan dijalankan oleh hampir semua orang.

Advertisement

Yang menjadi masalah adalah, bagi Robert sekolah tidak mengajarkan bagaimana cara uang bekerja, akan tetapi membuat seseorang menjadi karyawan yang baik. Akibatnya, banyak orang bergaji besar yang terperangkap siklus membayar tagihan yang menggunung setiap bulannya.

Literasi Keuangan Orang Kaya dan Miskin

Literasi keuangan orang kaya dan miskin atau menengah ke bawah juga menjadi pembeda. Dalam pandangan Robert, untuk keluar dari ‘perlombaan tikus’ orang kaya menggunakan uangnya untuk membeli aset, sedangkan orang miskin atau kelas menengah menghabiskan uangnya untuk membeli liabilitas.

Bagi Robert, ini bukan soal seberapa besar pendapatan seseorang, namun bagaimana seseorang bisa mengatur keuangan. Contoh sederhananya, ketika memiliki uang yang cukup untuk membeli mobil, orang kaya akan berpikir apakah perlu membeli mobil? Apakah jika membeli mobil ini akan menghasilkan uang? atau uang ini lebih baik saya investasikan lagi ke saham atau obligasi?

Sementara orang miskin dengan uang yang cukup akan dengan mudah membeli mobil tanpa pertimbangan untuk jangka panjang. Orang miskin beranggapan, mobil adalah harta. Padahal mobil itu bukan aset, tapi merupakan liabilitas.

Perbedaan antara orang kaya dan miskin menurut Robert adalah cara menghadapi risiko. Kedua ayah Robert memiliki respon yang sangat bertolakbelakang ketika menghadapi risiko.

Ayah Robert cenderung untuk menghindari risiko. Sebaliknya, ayah teman Robert yang kaya justru mengelola risiko dengan mempelajari segala keputusan yang akan diambil. Menurut Robert, bermain aman tidak selalu baik untuk dilakukan.

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.