Buka Rakernas ITB 2018, Wapres JK minta universitas kerjasama dengan dunia usaha
Wakil Presiden Jusuf Kalla membuka acara rapat Kerja Nasional (Rakernas) IA ITB 2018 di Hotel Imperial Aryaduta, Makassar, Sabtu (4/8). Di hadapan 300 alumni serta Rektor ITB Kadarsah Suryadi, JK meminta agar universitas bisa bekerjasama dengan dunia usaha.
Wakil Presiden Jusuf Kalla membuka acara rapat Kerja Nasional (Rakernas) IA ITB 2018 di Hotel Imperial Aryaduta, Makassar, Sabtu (4/8). Di hadapan 300 alumni serta Rektor ITB Kadarsah Suryadi, JK meminta agar universitas bisa bekerjasama dengan dunia usaha.
"Seharusnya universitas harus kerjasama dengan dunia usaha," kata Wapres JK.
Walaupun pihak kampus sering melakukan memorandum of understanding (MOU) dengan para pengusaha, Wapres JK menilai MOU tersebut kurang berdampak pada mahasiswa. Karena itu dia meminta universitas harus membuka lahan usaha.
"Karena dengan usaha kadang-kadang lebih cepat penemuannya dari pada universitas," tutur Wapres JK.
Tidak hanya itu Wapres JK juga meminta kepada para alumni ITB serta kadarsah agar menerapkan ekonomi dan teknologi dengan seimbang. Dia menilai di era industri 4.0 ini tidak melulu menggunakan robotik. Sebab, jika hanya mengandalkan robotik, tidak ada konsumen yang akan membeli produk tersebut.
"Kita tidak bisa hanya begitu kita masuk revolusi ke empat, maka semuanya harus automation, harus robotik tentu tidak. Tetapi pertanyaannya, apabila industri semua punya automation, bekerja robot, dan siapa konsumennya? Siapa yang mendapat pendapatannya? Siapa yang membeli?" ungkapnya.
Baca juga:
Politisi Golkar: JK bisa jadi penasihat negara, beri kesempatan kaum muda
Pantau persiapan Asian Games, Wapres JK tinjau Wisma Atlet Kemayoran
JK: Tanpa dukungan partai saya menang pemilu, tapi saat jadi ketum kalah
Berikut adalah tujuh urutan politisi terkaya di Indonesia
PDIP nilai JK negarawan, tak akan maju Pilpres 2019 meski gugatan diterima
Eks Hakim MK: Saya pelaku historis, presiden & wapres dibatasi 2 periode
'Wapres sebagai orang tidak memegang kekuasaan tidak terlalu penting untuk dibatasi'