BTN Soal Merger Bank BUMN Syariah: Kita Masih Diskusi dengan Kementerian BUMN
Sebanyak 3 bank umum syariah (BUS) bergabung ke dalam satu merger yang dinamakan Bank Syariah Indonesia, yang terdiri dari Bank Mandiri Syariah, Bank BNI Syariah dan Bank BRI Syariah. Bank Tabungan Negara sendiri belum bisa mengikutsertakan unit usaha syariahnya karena belum berbentuk BUS.
Sebanyak 3 bank umum syariah (BUS) bergabung ke dalam satu merger yang dinamakan Bank Syariah Indonesia, yang terdiri dari Bank Mandiri Syariah, Bank BNI Syariah dan Bank BRI Syariah. Bank Tabungan Negara sendiri belum bisa mengikutsertakan unit usaha syariahnya karena belum berbentuk BUS.
Direktur Utama BTN Pahal Mansury mengatakan, pihaknya masih akan berdiskusi dengan pemerintah ihwal nasib UUS BTN dalam keikutsertaan Bank Syariah Indonesia.
"Kita di syariah masih menunggu dan masih proses berdiskusi dengan pemerintah mengenai bagaimana keikutsertaan dari UUS yang dimiliki oleh BTN," kata Pahala dalam konferensi pers virtual, Senin (14/12).
Dia menjelaskan, sebagai perusahaan publik, yang selalu ditekankan oleh Kementerian BUMN selaku pemilik saham mayoritas BTN adalah kepastian transaksi. "Kalau pun ada perpindahan tentunya dengan menggunakan perjanjian dan transaksi komersial," imbuhnya.
Meski begitu, pihaknya masih belum mengetahui rencana keikutsertaan tersebut ke depannya. Untuk itu, di awal tahun 2021, pihaknya akan berdiskusi dengan Kementerian BUMN terkait hal ini.
"Kami belum bisa menjawab secara jelas tapi nanti masuk tahun 2021 awal kita akan diskusi lebih intens dengan Kementerian BUMN, seperti apa unit usaha kami ke depannya, apakah akan ikut proses tersebut atau apa," jelasnya.
Adapun, aset UUS BTN hingga September 2020 tercatat tumbuh sampai 12,6 persen dan Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 18,6 persen. LDR (Loan to Deposit Ratio) berada di level 90 persen. Lalu per November 2020, kredit tumbuh 2,5 persen year on year. Pahala berharap pertumbuhan tersebut terjaga sampai akhir tahun.
"Apalagi ada berbagai program yang kita dorong untuk pembelian dan pembiayaan melalui KPR. Kita berharap kredit komersial khususnya konsumsi pelan-pelan membaik. September-Oktober mulai ada posisi realisasi baru, kita lihat penyaluran kredit KPR dan konstruksinya mulai pulih," tandasnya.
Reporter: Athika Rahma
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Bank Syariah Indonesia Akan Miliki Aset Rp214,6 T
Hasil Merger 3 Bank Syariah BUMN Bakal Bernama PT Bank Syariah Indonesia Tbk
Bank Mandiri Syariah Salurkan Kredit Rp2,5 T per November dari Dana PEN Pemerintah
Penggabungan Tiga Bank Syariah Dinilai Bisa Perkuat Ekonomi Syariah
Kementerian BUMN Diminta Transparan Bentuk Merger Bank BUMN Syariah
Merger Bank Syariah Memperkuat Posisi Indonesia di Industri Halal Global