BTN ngotot jadi pemegang saham terbesar di perusahaan asuransi jiwa
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk ngotot ingin menjadi pemegang saham mayoritas dalam pembentukan anak usaha asuransi jiwa yang bekerja sama dengan PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo). Emiten berkode BBTN itu membidik kepemilikan saham dengan komposisi sebesar 89 persen, sementara Jasindo sebesar 11 persen.
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk ngotot ingin menjadi pemegang saham mayoritas dalam pembentukan anak usaha asuransi jiwa yang bekerja sama dengan PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo). Emiten berkode BBTN itu membidik kepemilikan saham dengan komposisi sebesar 89 persen, sementara Jasindo sebesar 11 persen.
Untuk merealisasikan hal tersebut, BTN diperkirakan membutuhkan biaya sekira Rp 200 miliar. Sementara, total dana yang dibutuhkan oleh BTN adalah sekira Rp 700 miliar. Nilai tersebut, untuk kebutuhan akuisisi sejumlah perusahaan sebagaimana dari tujuan dibentuknya anak usaha bersama Jasindo.
"BTN targetkan bentuk usaha Asuransi Jiwa, untuk akuisisi perusahaan Asuransi Umum, untuk akuisisi Dana Reksa Finance, dan ini masih on the track," ujar Direktur Bank BTN Iman Nugroho Soeko di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (8/8).
Meski sudah direncanakan sejak lama, kata Iman, saat ini masih dilakukan penjajakan bersama Jasindo tekait akuisisi perusahaan asuransi. Namun, dia mengakui jajaran direksi sudah sepakat untuk membentuk anak usaha asuransi jiwa.
"Tahapannya sendiri sudah akan mencapai due diligence. Diharapkan pada tahun ini, hal itu bisa segera diproses," pungkasnya.
Baca juga:
Kejar posisi 5 besar, BTN matangkan ekspansi anorganik
Bank Mandiri caplok dua perbankan Filipina, selesai Juni 2018
Strategi BNI kenalkan literasi keuangan sejak dini
PayTren mendapat sertifikat syariah dari MUI
MUI beri sertifikat syariah pada aplikasi pembayaran digital PayTren
BNI catat laba bersih semester I 2017 sebesar Rp 6,41 triliun