LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

BTN dan SMF kolaborasi terbitkan EBAS-SP KPR iB pertama di Indonesia

Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), Maryono mengklaim, potensi aset KPR syariah yang bisa disekuritisasi mencapai Rp 3,8 triliun, di mana seluruhnya merupakan KPR non subsidi.

2017-05-30 18:34:52
BTN
Advertisement

Unit Usaha Syariah (UUS) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN Syariah) berkolaborasi dengan PT SMF (Persero) untuk mempersiapkan penerbitan Efek Beragun Aset Syariah berbentuk Surat Partisipasi (EBAS-SP) yang akan diterbitkan untuk pertama kalinya di Indonesia.

Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), Maryono mengklaim, potensi aset KPR syariah yang bisa disekuritisasi mencapai Rp 3,8 triliun, di mana seluruhnya merupakan KPR non subsidi. Menurut Maryono, langkah ini berpotensi memberikan banyak manfaat bagi pasar modal Indonesia, khususnya di industri keuangan syariah.

"Melalui kolaborasi BTN Syariah dengan PT Sarana Multigriya Finance (SMF), terbitnya EBAS-SP pertama di Indonesia berpeluang segera terwujud," katanya di Jakarta, Selasa (30/5).

Advertisement

Menurut Maryono, kolaborasi positif ini menjadi pendorong BTN syariah bisa meraih dana segar dan meningkatkan kapasitasnya untuk menyalurkan pendanaan kepemilikan rumah kepada masyarakat. "Instrumen ini memang menjadi salah satu pilihan utama kami untuk mengurangi ketidakseimbangan pendanaan, karena dana sekuritisasi berjangka panjang, sesuai dengan pola pembiayaan KPR Bank BTN iB yang juga memiliki jangka waktu yang panjang," papar Maryono.

Sejak 2009, Bank BTN bersama SMF telah membukukan sebanyak sepuluh sekuritisasi, tujuh di antaranya adalah Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK EBA), kemudian sisanya adalah EBA-SP. Total sekuritisasi aset BTN yang dilakukan lewat skema tersebut mencapai Rp 7,46 triliun, di mana khusus untuk EBA-SP penyerapannya mencapai Rp 2,2 triliun.

Direktur Utama SMF, Ananta Wiyogo optimis bahwa EBAS-SP akan memberikan warna baru bagi pasar modal syariah Indonesia, di mana sebelumnya berbagai efek berbasis syariah telah diperkenalkan dan diterbitkan.

Advertisement

"Investor akan memiliki pilihan baru untuk berinvestasi dalam efek yang sesuai dengan kaidah syariah, dengan tambahan aset dasar berupa tagihan KPR iB yang memberikan rasa aman yang lebih," tegas Ananta.

Kehadiran EBAS-SP diharapkan dapat memperkaya instrumen investasi dan produk pasar modal syariah dan memperbesar market share pasar modal syariah, serta membantu memitigasi risiko pembiayaan KPR iB bagi bank syariah pada umumnya.

Baca juga:
Orang kaya India menderita akibat perang tarif telekomunikasi
Literasi rakyat rendah buat perusahaan RI banyak dikuasai asing
VIVA angkat bos Kadin jadi komisaris utama anyar
Rapat umum pemegang saham tahunan PT Intermedia Capital Tbk
Berkat virus Wannacry, BlackBerry raup untung

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.