BRI siapkan Rp 160 miliar migrasi kartu debit ke teknologi chip di 2018
Biaya tersebut dirincikan, dari setiap kartu biaya penggantiannya sekitar USD 30 sen. Namun, masih terbuka kemungkinan migrasi yang dilakukan tahun ini bisa melebihi 15 juta kartu.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menargetkan 15 juta kartu debit bisa dimigrasi menggunakan chip hingga akhir tahun ini. Jumlah itu baru sekitar 30 persen dari total kartu debit yang harus dimigrasi sekitar 50 juta kartu.
Migrasi tersebut dilakukan secara bertahap dikarenakan selain jumlah nasabah BRI yang cukup banyak diperlukan biaya untuk penggantian kartu.
"Tahun ini kita ada anggaran Rp 160 miliar. Dan biaya tersebut tidak kita kenakan ke nasabah yang sebagai pemilik kartu," ungkap Direktur Teknologi Informasi dan Operasi BRI Indra Utoyo di kantornya, Jumat (4/5).
Biaya tersebut dirincikan, dari setiap kartu biaya penggantiannya sekitar USD 30 sen. Namun, masih terbuka kemungkinan migrasi yang dilakukan tahun ini bisa melebihi 15 juta kartu.
Mengenai wilayah nasabah yang menjadi konsen BRI migrasi kartu debit ke chip ini adalah di Pulau Jawa. Mengenai kota-kotanya, Indra mengaku sudah memiliki peta wilayahnya, baik mulai dari kota-kota di daerah hingga di kota-kota besar.
"Ini dilakukan bertahap karena selain kita harus persiapkan kartunya, kita juga harus lakukan edukasi dan simulasi ke para pegawai kami di kantor cabang," katanya.
Mengenai migrasi kartu chip ini, BRI menargetkan akan rampung pada 2019 mendatang.
Reporter: Ilyas Praditya
Sumber: Liputan6.com
(mdk/idr)