LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

BRI Klaim Cetak Sejarah, BUMN Pertama dengan Kapitalisasi Pasar Rp 600 T

Direktur Utama PT Bank BRI (Persero) Tbk, Sunarso mengatakan kapitalisasi pasar Bank BRI mampu tembus Rp 603,06 triliun pada 20 Januari 2021. Capaian ini membuat Bank BRI menjadi emiten BUMN pertama yang kapitalisasi pasarnya tembus di angka Rp 600 triliun.

2021-01-29 11:53:22
Bank BRI
Advertisement

Direktur Utama PT Bank BRI (Persero) Tbk, Sunarso mengatakan kapitalisasi pasar Bank BRI mampu tembus Rp 603,06 triliun pada 20 Januari 2021. Capaian ini membuat Bank BRI menjadi emiten BUMN pertama yang kapitalisasi pasarnya tembus di angka Rp 600 triliun.

"Kapitalisasi pasarnya menembus angka Rp 600 triliun, atau lebih tepatnya Rp 603,06 triliun pada 20 Januari 2021 yang lalu," kata Sunarso dalam Laporan kinerja Keuangan Bank BRI secara virtual, Jakarta, Jumat, (29/1).

Peningkatan kapitalisasi pasar tersebut telah melewati harga sebelum pandemi. "Peningkatan harga saham BBRI telah melewati harga sebelum pandemi bahkan menembus harga tertingginya all time high," sambungnya.

Advertisement

Dia menambahkan, hal ini merupakan buah dari strategi yang diambil BRI Group dalam menjaga agar kinerjanya tetap sustain nyata. Sehingga para investor memberikan apresiasi yang tercermin dari tingginya harga saham perusahaan.

BRI Catat Laba 2020 Rp 18,66 Triliun

Laba PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk tahun 2020 turun Rp 15,57 triliun. Sepanjang 2020, perusahaan hanya membukukkan laba bersih sebesar Rp 18,66 triliun. Capaian ini turun dibandingkan tahun 2019, yang mampu mencetak laba Rp 34,14 triliun.

Advertisement

"Laba BRI RP 18,66 triliun. Memang menurun dibandingkan tahun lalu karena mencadangkan cukup besar," kata Sunarso dalam konferensi pers secara virtual, Jakarta, Jumat (29/1).

Selama 2020, kredit BRI tumbuh 3,89 persen menjadi Rp 938,37 triliun dari sebelumnya Rp 903,2 triliun. Dari sisi Non performing loan (NPL) atau rasio kredit bermasalah, tercatat 2,99 persen. Pencadangan yang dilakukan atau NPL coverage sebesar 237,3 persen.

Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) mengalami pertumbuhan sebesar 9,78 persen menjadi Rp 1.120,1 triliun. Naik dari sebelumnya hanya Rp 1.021,0 triliun.

"DPK BRI mencapai Rp 1.121,1 triliun atau naik sebesar 9,78 persen," kata dia.

Selain itu, untuk pertama kalinya aset BRI tumbuh di atas Rp 1.500 triliun. Tercatat Aset BRI ini tumbuh menjadi Rp 1.511,81 triliun. "Aset BRI tumbuh untuk pertama kalinya tumbuh di atas Rp 1.500 triliun tepatnya Rp 1.511,81 triliun," kata dia mengakhiri.

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.