BRI Dorong Kewirausahaan Purna PMI di Desa Loyok dengan Kembangkan Potensi Kerajinan Bambu
Para peserta juga mendapatkan pelatihan dalam mengelola keuangan dan usaha dengan lebih baik, serta menjalankan bisnis secara efisien.
Lombok memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah. Salah satunya adalah Desa Loyok di Kabupaten Lombok Timur, yang dikenal sebagai sentra penghasil anyaman bambu. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, para perajin menghadapi kendala seperti keterbatasan bahan baku dan meningkatnya persaingan dengan produk modern, sehingga pemasaran produk menjadi kurang optimal.
Melihat kondisi tersebut, BRI melalui program pemberdayaan purna PMI menjadikan Desa Loyok, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur sebagai lokasi pelatihan berbasis potensi lokal. Banyaknya purna pekerja migran di desa ini dinilai menjadikannya sangat potensial untuk kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Berbagai pelatihan diberikan kepada peserta, antara lain pengembangan produk bambu berbasis tren pasar dan preferensi konsumen, teknik anyaman lanjutan, diversifikasi produk bambu berkualitas ekspor, pengelolaan keuangan dan harga pokok penjualan, pemasaran dan branding produk, serta inovasi desain produk.
Melalui integrasi antara pelatihan kerajinan, inovasi desain, dan strategi pemasaran modern, pemberdayaan di Desa Loyok diharapkan mampu mengatasi tantangan para perajin sekaligus menciptakan peluang usaha baru bagi Purna PMI.
Corporate Secretary BRI Dhanny mengungkapkan program pemberdayaan purna pekerja migran Indonesia bertujuan membekali purna pekerja migran dengan keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan, seperti memulai usaha secara mandiri atau mendapatkan pekerjaan yang layak di Indonesia.
"Program ini pun diharapkan dapat menciptakan ekosistem usaha berbasis komunitas yang dapat memberikan dampak ekonomi secara lebih luas bagi para peserta maupun bagi masyarakat sekitar," ujar Dhanny.
Tak kalah penting, para peserta juga mendapatkan pelatihan dalam mengelola keuangan dan usaha dengan lebih baik, serta menjalankan bisnis secara efisien. Di samping itu, juga dilakukan pelatihan pemasaran dan branding untuk membantu peserta memasarkan produk dengan lebih efektif, meningkatkan daya saing di pasar lokal dan global.