BPS Sebut Ekonomi RI Sudah Pulih, Ini 4 Buktinya
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono mengatakan, ada 4 faktor pendorong pemulihan ekonomi nasional. Pertama, adanya pemulihan ekonomi global dan peningkatan harga komoditas di pasar Internasional, yang mendorong ekspor Indonesia tumbuh impresif sepanjang 2021.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono mengatakan, ada 4 faktor pendorong pemulihan ekonomi nasional. Pertama, adanya pemulihan ekonomi global dan peningkatan harga komoditas di pasar Internasional, yang mendorong ekspor Indonesia tumbuh impresif sepanjang 2021.
"Mobilitas penduduk di tahun 2021 juga semakin membaik, sehingga mendorong aktivitas ekonomi diberbagai sektor," ujar Margo, Senin (21/2).
Indikator berikutnya, konsumsi masyarakat semakin menguat, didorong oleh peningkatan belanja kelompok menengah atas dan perbaikan daya beli kelompok masyarakat bawah. Terakhir, adanya peran pemerintah dalam mengawal proses pemulihan ekonomi melalui berbagai kebijakan fiskal dan moneter.
Margo menilai, kinerja pertumbuhan ekonomi berkaitan erat dengan pengendalian kasus Covid-19. Pada masa awal pandemi, pertumbuhan ekonomi mengalami kontraksi, namun terus membaik seiring pengendalian kasus Covid-19.
Penanganan pandemi yang telah dilakukan pemerintah diantaranya dengan membentuk Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN).
"Kebijakan fiskal dan moneter seperti melakukan refocusing anggaran dan berbagai stimulus untuk penyelamatan kesehatan, ekonomi nasional dan stabilitas keuangan juga dilakukan pemerintah sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi," tuturnya.
Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Pemerintah Punya Perhitungan Sendiri Ubah Pandemi Jadi Endemi
Tantangan Ekonomi RI Hingga 2023, Mulai Arah Baru China Sampai Varian Baru Covid-19
'Kinerja Ekonomi Indonesia Amazing'
Gubernur BI: Normalisasi Kebijakan AS dan Eropa Berisiko Bagi Negara Berkembang
Sri Mulyani Akui Pemulihan Ekonomi Global Belum Merata
Proyeksi Ekonomi 2022 Tumbuh 5,5 Persen, ini Dukungan Kebijakan Bank Indonesia