LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

BPS prediksi inflasi 2017 lebih tinggi karena banyak kenaikan harga

Inflasi 2017 diprediksi lebih tinggi karena kebijakan pemerintah dalam menaikkan pajak STNK dan BPKB, tarif pulsa, dan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Selain itu, kenaikan harga komoditas global termasuk minyak, berimbas pada penyesuaian harga BBM. Di mana harga BBM ini memiliki andil terhadap inflasi.

2017-02-01 13:18:49
Inflasi
Advertisement

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suhariyanto mencatat mencatat inflasi pada Januari 2017 sebesar 0,97 persen, naik dari Desember 2016 sebesar 0,42 persen. Hal ini dikarenakan adanya kebijakan pemerintah dalam menaikkan pajak STNK dan BPKB, tarif pulsa, dan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Dengan adanya kebijakan ini, dia memprediksi inflasi di tahun 2017 akan lebih tinggi dari inflasi pada tahun 2016 yang mencapai 3,02 persen. Hal ini dilihat dari inflasi Januari yang sudah tinggi.

"Sudah diduga bahwa untuk inflasi tahun 2017 hadapi tantangan yang luar biasa dibandingkan situasi tahun 2016. Diperkirakan inflasi tahun ini akan lebih tinggi dari 2016 yang mencapai 3,02 persen," kata Suhariyanto di kantornya, Rabu (1/2).

Advertisement

Dari sisi eksternal, lanjutnya, ada kenaikan harga komoditas global termasuk minyak, yang berimbas pada penyesuaian harga BBM. Di mana harga BBM ini memiliki andil terhadap inflasi sebesar 0,08 persen.

"Artinya kenaikan harga bensin sudah menyumbang sebesar 8 persen. Selain dari kenaikan harga bensin, tadi saya sebutkan kenaikan administrasi STNK. Dengan andil 0,23 terhadap 0,97 maka sumbangan biaya STNK sebesar 24 persen tertinggi," imbuhnya.

Selain itu, penyesuaian subsidi listrik untuk 19 juta rumah tangga juga ikut menyumbang inflasi di Januari ini. Dia memperkirakan andil dari tarif listrik ini akan terus naik di bulan Maret dan Mei.

Advertisement

"Semua menduga bahwa dampak kenaikan listrik ini baru terlihat di Februari karena pasca bayar. Tetapi ternyata sekitar 41 persen daya 900 VA merupakan prabayar. Karena itu terlihat di Januari. Jadi untuk tahun 2017 inflasi akan banyak dipengaruhi oleh administered prices," jelas Suhariyanto.

Untuk itu, pemerintah dan Bank Indonesia terus menyusun langkah strategis untuk mengendalikan inflasi di tahun ini. Mengingat sebagian besar inflasi dipengaruhi oleh administered prices (harga yang diatur pemerintah).

Baca juga:
Dari cabai, rokok hingga pengurusan STNK sumbang inflasi Januari
Bos ADB puji kinerja Jokowi dan siapkan pinjaman USD 2 M untuk RI
DPR minta LPEI fokus dorong ekspor UMKM dibanding salurkan KUR
Membongkar strategi pemerintah atasi ketimpangan kaya-miskin
Rupiah menguat tipis ke level Rp 13.349 per USD

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.