LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

BPS: Pertumbuhan Ekonomi Didorong Belanja Pemerintah dan Program PEN

Pada kuartal IV-2021 realisasi penggunaan dana PEN naik hingga 55,2 persen (qtq). Namun secara tahunan mengalami penurunan hingga 10,1 persen (yoy).

2022-02-07 15:56:00
Pertumbuhan Ekonomi
Advertisement

Ekonomi Indonesia tumbuh 3,69 persen secara tahunan (yoy/year on year) sepanjang 2021. Salah satu pendorong ekonomi yaitu realisasi belanja pemerintah dan program pemulihan ekonomi nasional (PEN).

Pada kuartal IV-2021 realisasi penggunaan dana PEN naik hingga 55,2 persen (qtq). Namun secara tahunan mengalami penurunan hingga 10,1 persen (yoy).

"Realisasi program PEN pada triwulan IV-2021 naik sebesar 55,2 persen (qtq)," kata Kepala BPS, Margo Yuwono di Gedung BPS, Jakarta Pusat, Senin (7/2).

Advertisement

Dari sisi realisasi belanja pemerintah, belanja pegawai sepanjang tahun 2021 mengalami kenaikan 2,7 persen (yoy). Namun secara per kuartal mengalami penurunan 0,9 persen.

Realisasi belanja barang dan jasa naik 72,8 persen (qtq) dan naik 25,1 persen (yoy). Belanja modal juga mengalami kenaikan hingga 133,7 persen (qtq) dan 10,6 persen (yoy). Sementara realisasi bantuan sosial naik 43,5 persen (qtq) dan naik 23,5 persen (yoy).

Advertisement

Realisasi Investasi

Di sisi lain, realisasi penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dari dalam negeri (PMDN) juga mengalami kenaikan sepanjang tahun lalu. Realisasi PMA mengalami kenaikan 18,5 persen (qtq) dan 10,1 persen (yoy). Sementara realisasi PMDN mengalami kenaikan 5,1 persen (qtq) dan naik 15,2 persen (yoy).

Selain itu, pertumbuhan ekonomi nasional juga didukung meningkatnya pertumbuhan ekonomi negara-negara tujuan ekspor Indonesia. Mulai dari Amerika Serikat yang tumbuh 5,5 persen, korea Selatan tumbuh 4,1 persen, Singapura tumbuh 5,9 persen. Kemudian Vietnam tumbuh 5,2 persen dan Uni Eropa tumbuh 4,8 persen.

Hanya China dan Hong Kong, yang pertumbuhan ekonominya mengalami penurunan dibandingkan tahun 2020. Masing-masing mengalami kontraksi menjadi 4,0 persen untuk China dari pertumbuhan 4,9 persen di 2020 dan Hong Kong terkontraksi menjadi 4,8 persen dari pertumbuhan di 2020 sebesar 5,5 persen.

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.