LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

BPS nilai kartu 'sakti' Jokowi kurangi tingkat ketimpangan penduduk

Alokasi dana desa yang diberikan pemerintah juga bisa membantu meningkatkan pendapatan masyarakat di pedesaan.

2016-08-19 12:59:23
Kartu Indonesia Pintar
Advertisement

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin mengatakan perekonomian Indonesia mulai menunjukkan adanya perbaikan. Hal ini dilihat dari inflasi yang terus terjaga dan semakin menurunnya tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Indonesia.

Menurutnya, salah satu alasannya adalah pemberian bantuan sosial dari pemerintah, seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Sehingga dengan adanya bantuan ini, masyarakat kelas menengah ke bawah bisa memenuhi segala kebutuhan hidupnya.

"Bansos dari KIP dan KIS itu berdampak terhadap masyarakat golongan menengah ke bawah. Pasti ada pengaruhnya dan besar. Karena sebelum ada kartu, kita dengar ada bagi rata. Tapi dengan kartu yang non tunai maka bantuannya akan diterima oleh masyarakat. Jadi lebih tepat sasaran," kata Suryamin di kantornya, Jakarta, Jumat (19/8).

Advertisement

Selain itu, alokasi dana desa yang diberikan pemerintah juga bisa membantu meningkatkan pendapatan masyarakat di pedesaan. Sehingga, daya beli masyarakat tetap terjaga dan perekonomian mulai membaik.

Dengan demikian, Suryamin optimis target pemerintah terhadap inflasi sebesar 4 plus minus 1 bisa tercapai.

"Dana desa yang bisa dioptimalkan bisa meningkatkan pendapatan golongan menengah ke bawah. Selain bisa memperkecil ketimpangan juga bisa mengurangi penduduk miskin dan pengangguran," imbuhnya.

Advertisement

Baca juga:
Kurangi kemiskinan, pemerintah luncurkan e-Warong dan KKS
Wagub Djarot sebut warga tinggal di pinggir sungai rusak lingkungan
Wagub Djarot akui Jakarta masih dijajah kemiskinan dan kebodohan
Jokowi bicara kemiskinan & pengangguran era Soekarno sampai SBY
ASEAN klaim berhasil berantas kemiskinan di Asia Tenggara
Derita Dahlena, janda 7 anak tak punya biaya obati 2 cucunya
Menkop UKM ungkap penyebab tingginya kesenjangan kaya-miskin di RI

(mdk/sau)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.