LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

BPS: Kita Masih Hadapi Tantangan Covid-19 di Awal Tahun

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto menyatakan, perbaikan ekonomi mulai terjadi di awal 2021. Meski demikian, Indonesia juga masih harus menghadapi tantangan dari pandemi covid-19 yang belum akan mereda.

2021-02-05 16:51:53
Pertumbuhan Ekonomi
Advertisement

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto menyatakan, perbaikan ekonomi mulai terjadi di awal 2021. Meski demikian, Indonesia juga masih harus menghadapi tantangan dari pandemi covid-19 yang belum akan mereda.

"Di awal tahun masih menghadapi tantangan covid-19 dan tidak mudah menyelesaikannya, tapi kita lihat di Januari ada indikator perbaikan," kata Suhariyanto di Jakarta, dikutip Antara, Jumat (5/2).

Dia menjelaskan salah satu indikator perbaikan itu adalah peningkatan PMI Manufaktur pada Januari 2021 sebesar 52,2, dari sebelumnya 51,3 pada Desember 2020 atau tertinggi dalam enam tahun. Selain itu, kegiatan ekspor maupun impor yang mulai tumbuh pada triwulan IV-2020 juga bisa menjadi pemicu terjadinya pembalikan ekonomi di 2021.

Advertisement

Namun, menurut dia, aktivitas ekonomi baru dapat pulih sepenuhnya apabila pelaksanaan protokol kesehatan dilakukan secara optimal oleh masyarakat disertai dengan kelancaran program vaksinasi.

"Kita semua sepakat, kelancaran vaksin dan protokol kesehatan bisa menjadi kunci pemulihan. Kita optimistis dengan kerja sama untuk melawan covid-19 bisa melewati situasi sulit," katanya.

Advertisement

Pertumbuhan Ekonomi 2020

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2020 mencapai minus 2,07 persen. Sementara itu pada triwulan IV-2020 pertumbuhan ekonomi mengalami kontraksi sebesar 0,42 persen dan secara year on year kontraksi sebesar 2,19 persen.

"Pertumbuhan ekonomi secara q to q mengalami kontraksi sebesar 0,42 persen dan pertumbuhan ekonomi y on y dibanding 2019 kontraksi 2,19 persen. Secara kumulatif pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2020 mencapai kontraksi 2,07 persen," ujar Kepala BPS Suhariyanto dalam rilis Pertumbuhan Ekonomi secara daring, Jakarta, Jumat (5/2).

Perekonomian di berbagai negara pada triwulan IV mulai membaik dibanding triwulan sebelumnya. Seperti Amerika Serikat (AS) yang pertumbuhan ekonominya terkontraksi -2,5 persen di sepanjang 2020.

Lalu Singapura yang anjlok minus 3,8 persen pada tahun lalu, dan Uni Eropa uang tumbuh negatif -4,8 persen. Pengecualian diberikan kepada China dan Vietnam, yang secara ekonomi tumbuh positif. China pertumbuhan ekonominya surplus 6,5 persen, dan Vietnam surplus 4,5 persen.

Namun perbaikan belum terlalu signifikan dan masih dibayangi oleh kekhawatiran Virus Corona. Pada triwulan IV berbagai negara kembali melakukan lockdown akibat peningkatan kasus Virus Corona.

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.