BPS: Harga beras naik 3 persen
Menurutnya, jika harga beras terus naik dan tidak terkendali, otomatis akan berpengaruh pada kenaikan inflasi.
Deputi bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), Yunita Rusanti mengakui adanya kenaikan harga beras hingga saat ini. Kenaikan yang dicatat BPS mencapai 3 persen dari harga biasanya.
"Harga beras masih menunjukkan kenaikan sekitar 3 persen," kata Yunita di kantornya, Senin (15/1).
Menurutnya, jika harga beras terus naik dan tidak terkendali, otomatis akan berpengaruh pada kenaikan inflasi.
"Makanya kalau harga beras naik lebih dari minggu kedua kelihatannya akan berpengaruh pada inflasi. Tapi mudah-mudahan di Minggu ketiga keempat mudah-mudahan bisa dikendalikan harga berasnya," ujarnya.
Yunita menjelaskan, porsi harga beras pada inflasi sangat besar yaitu 3,8 persen.
"Karena bobot beras terhadap inflasi kan sekitar 3,8 cukup tinggi artinya kalau ada kenaikan sedikit aja akan berpengaruh pada inflasinya," jelasnya.
Yunita berharap harga beras bisa dikendalikan dan tidak mengalami kenaikan lagi. "Mudah-mudahan tidak naik lagi."
Baca juga:
Ancam perekonomian petani, rencana impor beras 500.000 ton dikecam
Ombudsman sebut ada penyalahgunaan wewenang dalam kebijakan impor 500.000 ton beras
Ombudsman heran Kementan sebut stok beras surplus, tapi malah impor 500.000 ton
Ketua MPR minta pemerintah hati-hati dalam impor beras
DPR soal impor beras: Ini buat petani miskin dan menangis