LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

BPS catat impor Indonesia Juni 2016 meningkat 7,86 persen

Nilai ini justru menurun 7,41 persen jika dibandingkan dengan impor pada Juni 2016 sebesar USD 12,97 miliar.

2016-07-15 11:28:49
ekspor impor
Advertisement

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor Indonesia pada Juni 2016 mencapai USD 12,02 miliar, naik 7,86 persen dibandingkan Mei 2016 yang mencapai USD 11,14 miliar. Namun, nilai ini justru menurun 7,41 persen jika dibandingkan dengan impor pada Juni 2016 sebesar USD 12,97 miliar.

Kepala BPS Suryamin mengatakan nilai impor ini dipengaruhi oleh impor nonmigas yang meningkat 9,07 persen, yakni dari USD 9,47 miliar menjadi USD 10,33 miliar. Sedangkan dibandingkan Juni 2015, nilai impor ini turun 0,66 persen.

"Sementara itu, impor migas juga meningkat 1,02 persen, yakni dari USD 1,66 miliar menjadi USD 1,68 miliar. Lagi-lagi jika dibandingkan Juni tahun lalu nilai ini masih turun 34,61 persen," kata Suryamin di kantornya, Jakarta, Kamis (15/7).

Advertisement

Secara kumulatif Januari-Juni 2016, nilai impor Indonesia mencapai USD 65,92 miliar, turun 10,86 persen dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya. Di mana impor migas mencapai USD 8,61 miliar dan impor nonmigas mencapai USD 57,3 miliar.

Peningkatan impor nonmigas terbesar terjadi pada golongan mesin dan peralatan listrik yang mencapai USD 289,1 juta. Sedangkan penurunan terbesar terjadi pada golongan pesawat terbang dan bagiannya sebesar USD 95,8 miliar.

Suryamin menambahkan, Tiongkok masih menjadi negara asal impor terbesar di Indonesia dengan nilai sebesar USD 14,96 miliar, meningkat dari bulan Mei 2016 sebesar USD 12,26 miliar. Disusul Jepang dengan nilai impor sebesar USD 6,27 miliar, dan Thailand sebesar USD 4,51 miliar.

Advertisement

"Impor nonmigas dari ASEAN mencapai pangsa pasar 22,00 persen, ini menirun dari Mei 2016 yang sebelumnya mencapai 22,26 persen. Sementara dari Uni Eropa sebesar 9,39 persen, ikut menurun dari Mei 2016 yang mencapai 9,51 persen," imbuhnya.

(mdk/sau)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.