LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

BPS catat daya beli masyarakat turun, ini tanggapan Menteri Sri Mulyani

Menteri Keuangan, Sri Mulyani, membantah adanya penurunan daya beli masyarakat. Menurutnya, Indonesia tengah mengalami anomali ekonomi karena tingkat inflasi tengah rendah namun daya beli turun. Pemerintah telah menyiapkan program padat karya yang rencananya dimulai tahun depan.

2017-11-08 15:19:12
Sri Mulyani Indrawati
Advertisement

Menteri Keuangan, Sri Mulyani, membantah adanya penurunan daya beli masyarakat. Menurutnya, Indonesia tengah mengalami anomali ekonomi karena tingkat inflasi tengah rendah namun daya beli turun.

"Konsumsi rumah tangga yang 4,93 persen kami lihat secara hati-hati. Di satu sisi inflasi sangat rendah. Ini ada satu anomali," kata Menteri Sri Mulyani, di Gedung Bea Cukai Pusat, Jakarta Timur, Rabu (8/11).

Jika terbukti daya beli menurun di tingkat masyarakat kelas menengah ke bawah, Menteri Sri Mulyani mengatakan pemerintah akan mengambil sikap sesuai instruksi Presiden Joko Widodo. Di mana, pemerintah telah menyiapkan program padat karya yang rencananya dimulai tahun depan.

"Anggaran yang bisa menciptakan kas yang langsung bisa diterima masyarakat sehingga daya belinya naik apakah itu PKH ataupun melalui dana desa itu harus dilakukan dengan desain agar masyarakat bisa langsung menikmati sehingga daya belinya bisa meningkat," ujarnya.

Akan tetapi, Menteri Sri Mulyani mengatakan jika penurunan daya beli terjadi di kalangan masyarakat atas maka diyakini ada perubahan pola konsumsi. Di mana, masyarakat lebih suka menyimpan dan menginvestasikan uangnya ketimbang membelanjakannya.

"Tabungan di atas Rp 5 M naik, jumlah DPK juga naik. Artinya masyarakat atas yang memiliki daya beli menyimpan uangnya di bank," ujarnya.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat daya beli masyarakat Indonesia melambat di triwulan III-2017. Ini tercermin dari tingkat konsumsi rumah tangga pada triwulan III-2017 turun ke posisi 4,93 persen dibandingkan triwulan I-2017 yang mencapai 4,95 persen.

"Yang pertama pergeseran pola konsumsi, jadi kalau diperhatikan, sejak triwulan III-2016 konsumsi non leisure sudah mulai ke bawah (menurun)," ujar Kepala BPS Suhariyanto.

Baca juga:
BPS catat penurunan daya beli masyarakat di triwulan III-2017
Melambat, pertumbuhan industri ritel 2017 diprediksi sekitar 7 persen
Meski ada perubahan pola belanja, kontribusi e-commerce RI hanya satu persen
Said Iqbal: Daya beli masyarakat kenyataannya memang turun, banyak buruh di-PHK
Gelar aksi di sekitaran Monas, buruh minta kenaikan gaji USD 50
Penerimaan pajak kurir melesat, Ken yakin daya beli masyarakat tak turun
Politisi PKS nilai di era Jokowi daya beli masyarakat melemah

Advertisement
(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.