BPKH targetkan dana haji capai Rp 150 triliun di 2022
Kepala Pelaksana BPKH Anggito Abimanyu menargetkan, dana haji di tahun 2022 akan mencapai Rp 150 triliun. Jumlah ini diyakini mampu menggerakkan ekonomi Indonesia lewat perbankan syariah. Dia berharap BPS-BPIH tidak hanya menerima tapi juga mengelola dan juga menempatkan dana haji sebagai investasi.
Kepala Pelaksana Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Anggito Abimanyu menargetkan, dana haji di tahun 2022 akan mencapai Rp 150 triliun. Jumlah ini diyakini mampu menggerakkan ekonomi Indonesia lewat perbankan syariah.
"Pertimbangannya tahun 2017 jumlah jemaah mencapai 594 ribu, kita menargetkan jumlah yang konservatif 550 ribu per tahun jemaah baru. Secara nominal per tahun tambahannya, tadi disebutkan (dana haji tahun 2017) Rp 14 triliun karena di samping dari 25 juta pendaftar baru uang yang di terima sebagai nilai manfaat," kata Anggito di Hotel Grand Sahid, Jakarta Pusat, Rabu, (28/2).
Sementara itu, jumlah dana haji yang mencapai Rp 100 triliun saat ini sudah diserahkan ke BPKH pada awal tahun 2018. Akan tetapi, dari jumlah total keseluruhan dana haji tersebut masih ada beberapa yang belum diterima.
"Sudah, sudah. Kecuali yang sukuk. Kan yang sukuk masih menunggu pembukaan rekening Bank Indonesia tapi prinsipnya sudah," imbuhnya.
Untuk itu, dia berharap agar perbankan yang ditunjuk sebagai Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggara Ibadah Haji (BPS-BPIH) tidak hanya menerima tapi juga mengelola dan juga menempatkan dana haji sebagai investasi. "Dan ini yang baru mereka harus berpikir sebagai investor juga," tandasnya.
Baca juga:
BPKH tetapkan 31 bank penerima dan pengelola dana gaji
Dana Haji 2018 naik Rp 900 ribu, JK bilang Saudi butuh pemasukan tambahan
Persentase manfaat pengelolaan dana haji untuk jemaah ditentukan DPR
BPKH mengaku tak berwenang gunakan dana haji untuk infrastruktur
Awal 2018, BPKH mulai kelola dana haji
5 Hal perlu diketahui soal pengelolaan triliunan Rupiah dana haji di era Jokowi