BPJT sebut kenaikan tarif tol tak akan terlalu tinggi
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna memperkirakan kenaikan tarif tol tahun ini akan lebih rendah dari pada kenaikan tarif tol pada tahun-tahun sebelumnya. Sebab, banyak daerah yang mengalami inflasi yang rendah sehingga tarif tol tidak akan naik secara signifikan.
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna memperkirakan kenaikan tarif tol tahun ini akan lebih rendah dari pada kenaikan tarif tol pada tahun-tahun sebelumnya. Sebab, banyak daerah yang mengalami inflasi yang rendah sehingga tarif tol tidak akan naik secara signifikan.
Dia menjelaskan, selama ini perhitungan tarif tol dihitung dengan asumsi inflasi sebesar 7 persen. Dengan demikian, inflasi yang rendah membuat tarif tol tidak akan naik secara signifikan.
"Kenyataannya saat ini inflasi ada yang 3 persen, bahkan ada yang deflasi. Di Bali bahkan 2,5 persen. Padahal asumsinya itu 7 persen. Dia (BUJT) membuat proyeksi 7 dikali 2, 14 persen. Tiba-tiba kenyataannya hanya 6 persen," ungkapnya di Kementerian PUPR, Jakarta Selatan, Jumat (24/11).
Kemungkinan kenaikan tarif yang kecil ini tentu akan berpengaruh pada pengembalian investasi BUJT. Karena itu, pemerintah sedang berupaya mencari cara mengatasi hal ini agar BUJT memiliki kepastian Investasi.
"Ini yang sedang kita cari. Kita mencari keseimbangan, di satu sisi menjaga kepentingan pengguna jalan tol, juga kepastian Investasi, kita jaga proses bisa terus berlangsung. Kalau tidak mereka tidak percaya, tidak ada yang mau investasi," tandasnya.
Baca juga:
6 Ruas tol diminta perbaiki layanan sebelum bisa naikkan tarif
China dan Jepang berebut bangun tol Padang-Pekanbaru
Sebelum tutup tahun, tarif 13 ruas tol ini akan naik
Dapat utang Rp 2,2 triliun dari China, Tol Cileunyi-Rancakalong beroperasi 2019
Pembebasan lahan Tol Serpong-Cinere capai 85 persen, 10 bidang wakaf kena dampak
Jasa Marga kebut proyek pembangunan jalan tol sepanjang 660 km
Rambu VMS di KM 15 Tol Jakarta-Cikampek roboh, lalu lintas macet total