LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

BPJT Prediksi Transaksi Tol Tanpa Berhenti Baru Beroperasi 2022

Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan tidak akan melakukan uji coba terkait sistem transaksi tol tanpa berhenti atau transaksi tol nirsentuh berbasis multi lane free flow (MLFF) hingga 2022.

2021-03-24 14:54:46
BPJT
Advertisement

Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan tidak akan melakukan uji coba terkait sistem transaksi tol tanpa berhenti atau transaksi tol nirsentuh berbasis multi lane free flow (MLFF) hingga 2022.

Kepala BPJT Danang Parikesit juga coba memberikan klarifikasi terkait dua video uji coba transaksi tol nirsentuh menggunakan stiker Radio Frequency Identification (RFID) milik PT Jasa Marga (Persero) Tbk, bahwa itu bukan bagian dari MLFF.

Danang mengatakan, skema pembayaran tol tanpa henti sendiri tidak akan lagi dilakukan uji coba setelah pemerintah menetapkan pemenang lelang sistem tol MLFF.

Advertisement

"Saya kira setelah lelang itu berproses tidak ada lagi uji coba. Dan semua badan usaha tidak lagi melakukan uji coba karena sudah ditunjuk pemenangnya oleh pemerintah," kata Danang dalam sesi webinar, Rabu (24/3/2021).

Pemerintah sendiri telah menetapkan perusahaan asal Hongaria, Roatex Ltd Zrt sebagai pemenang lelang sistem transaksi tol nirsentuh berbasis MLFF, dan BPJT telah meneken perjanjian kerjasama dengan PT Roatex Indonesia Toll System (RITS).

"Nanti pun kalau ada uji coba, yang melakukan uji coba adalah badan usaha tersebut," sambung Danang.

Advertisement

2021 Tahap Konstruksi

Dijelaskannya, RITS saat ini tengah mempersiapkan sistem transaksi tol MLFF dengan teknologi Global Navigation Satelite System (GNSS). Tahun 2021 ini, perusahaan bersangkutan akan melakukan dan merampungkan konstruksi.

"Sehingga dengan demikian kita akan pasti menunggu, tidak ada uji coba lagi, kita akan menunggu barangkali sampai akhir tahun ini dibangun konstruksinya untuk segala sensor yang diperlukan. Nanti tahun 2022 itu baru kita mulai penggunaan dan implementasinya," tutur Danang.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Sumber: Liputan6.com

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.