LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Bos SKK Migas Sebut Sisi Distribusi Perlu Dibongkar Untuk Turunkan Harga Gas

Menurut Dwi, pembentukan harga gas dari sisi hulu atau dari sumur berdasarkan proses produksi gas yang membutuhkan investasi besar. Dia pun memandang, komponen pembentukan harga gas pada tingkat perantara inilah yang perlu dibuka, untuk menurunkan harga gas di tingkat konsumen.

2020-01-13 17:04:21
Harga Gas
Advertisement

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Dwi Soetjipto menyebut bahwa harga gas dari hulu berbeda dari setiap sumur tergantung dari letaknya. Selain itu, besaran biaya yang dikeluarkan dalam memproduksi gas dari sumur juga berbeda. Namun jika dirata-ratakan sebesar USD 5,4 per MMBTU.

"Ini tentu bervariasi yang on shore kadang sekitar USD 4 per MMBTU, kemudian di offshore agak lebih tinggi sedikit. Agak berbeda-beda tapi secara nasional adalah USD 5,4 per MMBTU," kata Dwi, di Jakarta, Senin (13/1).

Dwi melanjutkan, jika konsumen melakukan pembelian gas langsung dari produsen atau Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS), ditambah dengan biaya distribusi pipa maka harga sampai tingkat konsumen sekitar USD 6 hingga USD 7 per MMBTU. Sedangkan jika membeli dari perantara, maka harga gas sampai tingkat konsumen mencapai USD 9 per MMBTU.

Advertisement

"Dalam perjalannya kan sampai di industri kan, kalau yang langsung dengan KKKS bisa USD 6-7. tapi yang lewat trading dan sebagainya bisa sampai US5 8-9," tuturnya.

Menurut Dwi, pembentukan harga gas dari sisi hulu atau dari sumur berdasarkan proses produksi gas yang membutuhkan investasi besar. Dia pun memandang, komponen pembentukan harga gas pada tingkat perantara inilah yang perlu dibuka, untuk menurunkan harga gas di tingkat konsumen.

"Jadi kita yang pekerjaannya ngebor, survei begitu lama, kemudian eksplorasi, pengembangan, investasi, yang begitu besar toh itupun jatuhnya bisa sekitar 5. Tapi rentetannya sampai ke end user itu yang mungkin perlu dibuka," tandasnya.

Advertisement

Harga Gas Turun Dalam 3 Bulan

Pemerintah sedang mengkaji tiga opsi untuk menurunkan harga gas industri. Yaitu harga gas khusus Dalam Negeri (Domestic Market Obligation/DMO), pengurangan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari proses penjualan gas dan membebaskan industri impor gas.

"Sedang kita exercise (opsi penurunan harga gas)," kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta, Selasa (7/1).

Luhut mengatakan, harga gas untuk industri ditargetkan bisa turun menjadi USD 6 per MMBTU. Dia pun akan melaporkan hasil evaluasi ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada awal Maret 2019.

"Saya janji lapor presiden Maret awal harus selesai," ujarnya.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia mengungkapkan, penurunan harga gas ini agar industri dalam negeri lebih kompetitif dalam menghasilkan produknya.

"Kemarin kita sudah rapat sudah jelas arahannya bahwa 3 bulan lagi kita minta harga industri itu gas itu $6 per MMBTU supaya produk industri bisa kompetitif. sedang dihitung SDM, PPH Migas untuk bagaimana melakukan penyesuaian migas terhadap cost mereka agar harga jual," tandasnya.

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.