Bos PLN mengadu ke Jokowi soal meroketnya harga batu bara
Dalam pertemuan, Sofyan berharap Jokowi mencarikan solusi agar harga batu bara menurun menjadi USD 60 per metrik ton.
Direktur Utama PT PLN, Sofyan Basir menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (1/2). Sofyan melaporkan mahalnya harga batu bara di Tanah Air yang hampir menyentuh USD 100 per metrik ton.
Dalam pertemuan, Sofyan berharap Jokowi mencarikan solusi agar harga batu bara menurun menjadi USD 60 per metrik ton.
"Batu bara harus turun. Harga batu bara sekarang sudah hampir mendekati USD 100 per metrik ton. Naik dari harga YSD 60. Jadi naiknya 50 persen," katanya seusai pertemuan.
Sofyan menyebut, 60 persen bahan baku pembangkit listrik di Indonesia adalah batu bara. Jika harga batu bara melonjak, maka PLN kesulitan untuk menyeimbangkan tarif listrik.
Menanggapi hal itu, Presiden Jokowi mendukung dan menginginkan agar harga batu bara diturunkan guna menjaga stabilitas tarif listrik.
"Presiden bilang batu bara ini kan milik negara jadi kepentingan bangsa nomor satu, ya batu baranya harus dengan harga keekonomian yang cukup agar tarif bisa dipertahankan dengan baik," ujar dia.
Sofyan menambahkan, jika harga batu bara turun maka pihaknya dapat menghemat pengeluaran dan melakukan investasi untuk menambah elektrifikasi, khususnya di kawasan Nusa Tenggara Timur, Papua dan Maluku.
"Tadi sudah pak presiden titip untuk segera menyelesaikan desa-desa yang belum selesai dan dalam tahun ini Papua minta selesaikan dengan cepat, NTT dan Maluku," kata dia.
Baca juga:
Sedang susun formula baru, ESDM pastikan tarif listrik tak naik hingga Maret 2018
Maret, aturan penghitungan tarif listrik dengan harga acuan batu bara keluar
ESDM bakal terapkan harga acuan batu bara dalam penentuan tarif listrik
2017, tarif listrik jadi penyumbang terbesar inflasi di Jember
PLN Disjaya prediksi kenaikan listrik di malam Tahun Baru 2017 capai 5 persen