Bos Pertamina: Harga Solar tak naik hingga September mendatang
Harga Solar untuk Desember masih akan melihat harga MOPS terakhir.
Direktur Utama PT Pertamina, Dwi Soetjipto memastikan tak ada kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar hingga September tahun ini. Meski subsidi Solar dikurangi dari Rp 1.000 menjadi Rp 5.00 per liter, kenaikan harga masih bisa ditalangi dengan sistem subsidi silang.
"Jadi kalau kita lihat dengan subsidi Rp 500 itu paling tidak sampai September. Kan keuntungan lalu itu selalu cross subsidi situasi sesudahnya. Kita sudah komitmen sampai September tidak ada kenaikan harga," kata dia di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis(16/5).
Dwi juga masih melihat pergerakan harga BBM melalui Mean of Platts Singapore (MOPS). Menurutnya, keputusannya akan diambil setelah memutuskan harga Solar setelah bulan September.
"Jadi nanti kita lihat kondisi September ke Desember tergantung bagaimana pergerakan MOPS, sampai dengan september ada minus tapi maish bisa di cover," kata Dwi.
Dwi mengaku tak masalah dengan keputusan pemangkasan subsidi Solar. Menurutnya, kebijakan itu bakal meningkatkan efisiensi serta pengelolaan BBM dengan baik.
"Saya kira pemerintah akan memperhatikan berbagai situasi ya. Bagaimana kebutuhan pembiayaan di pemerintah. Bagaimana subsidi itu diperuntukkan yang lebih berhak. Tentu saja Pertamina akan support kebijakan pemerintah. Dan bagi Pertamina bagaimana menyupport itu adalah bagaimana kita meningkatkan efisiensi dan tentu saja mengenai harga jual," tutup Dwi.
Baca juga:
BPK: Pembentukan holding BUMN malah hilangkan pengawasan DPR
Elpiji 3 kg Pertamina langka, warga Nunukan beli punya Malaysia
Lewat holding BUMN, PGN dapat akses langsung ke sumber gas Pertamina
DPR: Selesaikan dulu revisi UU migas, baru holding BUMN
Pertamina: Konsumsi Pertalite dan Pertamax terus tumbuh pesat
Sebelum ada Pertamina, warga Krayan beli BBM ilegal Rp 60.000/liter
70 Tahun Indonesia merdeka, rakyat Krayan baru nikmati BBM legal