Bos Kadin: Donald Trump silakan ke Jokowi belajar Tax Amnesty
"Amerika mengatakan Presiden (Trump) fokus infrastruktur dan Tax Amnesty. Sama-sama familiar dengan program kita. Kalau begitu, (silakan) bertemu dengan presiden kita (Jokowi)."
Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Rosan P. Roeslani membuka Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kadin di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (1/12). Di depan Presiden Joko Widodo dan ratusan anggota Kadin yang hadir, Rosan menyampaikan hasil pertemuannya dengan Kadin Amerika.
Dalam pertemuan tersebut, Kadin Amerika menyampaikan rencana Donald Trump dalam 4 tahun ke depan. Salah satu keinginan Trump adalah menarik dana sebesar USD 2,5 triliun dari luar negeri melalui program Amnesti Pajak. Mendengar hal tersebut, Rosan langsung menjawab dengan tegas.
"Amerika mengatakan Presiden (Trump) fokus infrastruktur dan Tax Amnesty. Sama-sama familiar dengan program kita. Kalau begitu, (silakan) bertemu dengan presiden kita (Jokowi) untuk mendapat pencerahan ke depan," ujarnya.
Keberanian Rosan memberikan rekomendasi tersebut bukan tanpa alasan. Sebab, saat ini Indonesia tercatat sebagai negara tersukses dalam amnesti pajak.
Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) pada Rabu pekan lalu, pelaporan harta tax amnesty mencapai Rp 3.889 triliun, terdiri dari deklarasi dalam negeri Rp 2.763 triliun, deklarasi luar negeri Rp 983 triliun, dan repatriasi Rp 143 triliun.
Adapun total uang tebusan yang masuk ke kas negara Rp 94,2 triliun dengan surat pernyataan harta (SPH) yang dilaporkan mencapai 440.826.
"Perolehan ini sudah lebih dari cukup untuk membuktikan kesuksesan Tax Amnesty kita," pungkasnya.
Baca juga:
5 Fakta kekesalan Menteri Sri Mulyani pada BUMN terkait Tax Amnesty
Menkeu ungkap Jakarta penyumbang peserta Tax Amnesty terbanyak
Apindo ajak UKM ikut Tax Amnesty agar tenang berbisnis
Menkeu jengkel banyak BUMN minta PMN tapi sumbangan pajak rendah
Ruhut: Miris, tahu hukum tapi banyak pengacara tak ikut Tax Amnesty