LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Bos Garuda Indonesia: Ke Depan Penumpang Tak Lagi Cari Penerbangan Murah

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, menjelaskan di masa mendatang calon penumpang tak lagi melihat faktor harga sebagai pertimbangan utama. Menurut Irfan, usai pandemi Corona, para calon penumpang akan memiliki pola pikir yang berbeda. Mereka akan cenderung mengutamakan rasa aman dan nyaman.

2020-06-09 20:22:35
Garuda Indonesia
Advertisement

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, menjelaskan di masa mendatang calon penumpang tak lagi melihat faktor harga sebagai pertimbangan utama. Menurut Irfan, usai pandemi Corona, para calon penumpang akan memiliki pola pikir yang berbeda. Mereka akan cenderung mengutamakan rasa aman dan nyaman daripada harga.

"Menurut saya ke depan, daftar prioritas atau cara berpikir orang naik pesawat mungkin agak sedikit berubah, dulu kan cari yang murah, mungkin ke depan akan ada perasaan cari airline yang aman, supaya yakin tidak akan tertular dan menularkan di dalam pesawat," ujar Irfan dalam diskusi online, Selasa (9/6).

Irfan melanjutkan, hal inilah yang sedang dianalisa oleh Garuda ke depannya. "Mungkin itu jadi konsiderasi baru ketika orang mau terbang. Ini yang kemudian harga berubah jadi kriteria 9, menambah Rp 150.000 untuk rapid test (tidak apa-apa) yang penting aman," jelasnya.

Advertisement

Berencana Naikkan Harga Tiket

Irfan bilang, jika harga tiket mengalami penyesuaian, itu juga didasarkan faktor opportunity lost maskapai. "Pertanyaannya, apakah ada cost yang bisa ditekan? Apakah harga avtur bisa diturunkan? Atau parkir diturunkan? Atau tiket yang naik?" katanya.

Dia mengakui, memang beberapa waktu lalu, Garuda Indonesia sempat menaikkan harga tiket hingga 2 kali lipat, tepatnya saat larangan mudik digaungkan pemerintah. Namun karena larangan tersebut sudah dicabut, harga tiket tidak akan naik setinggi itu lagi.

Advertisement

"Menaikkan tiket itu sebuah perbuatan yang tidak populer, tapi kita juga mesti menghitung, ketika kita naikkan, Anda jadi terbang atau tidak," katanya.

Reporter: Athika Rahma

Sumber: Liputan6

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.