LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Bos Freeport banggakan perusahaannya pelopor investasi di Papua

"Tak mudah berinvestasi di sana tanpa melakukan pemahaman," ujar Direktur Utama Freeport, Maroef Sjamsuddin.

2015-05-25 21:17:53
Freeport
Advertisement

Keberadaan PT Freeport Indonesia (PTFI) di tanah Papua sudah hampir mencapai setengah abad. Sejak 1967, Freeport aktif mengeruk kekayaan alam wilayah ujung timur Indonesia.

Perseteruan dengan rakyat Papua menjadi bumbu perjalanan bisnis Freeport Indonesia yang seolah tak ada ujung pangkalnya. Rakyat Papua semakin keras berteriak karena merasa tidak mendapat untung apapun dari kegiatan eksplorasi besar-besaran yang dilakukan Freeport di tanah kelahiran mereka.

Meski begitu, Direktur Utama Freeport Maroef Sjamsuddin justru membanggakan diri karena perusahaannya menjadi pioner sekaligus jadi sejarah investasi di tanah Papua.

Advertisement

"Kalau kita lihat sejarah tentu tak bisa lepas dari sejarah kemerdekaan, saat itu belum ada investor masuk ke Indonesia. Sejak Presiden Soeharto mulai menjabat. Berapa inflasi kita 600 persen, Freeport itu pelopor," ujarnya di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (25/5).

Freeport mengaku tidak mudah melakukan investasi di Indonesia Timur. Salah satunya karena minimnya infrastruktur. Terlebih, jika investor mau menanamkan modalnya juga harus paham kondisi geostrategi, geopolitik, dan geosociocultural. Dia bangga karena Freeport berhasil melewati itu selama 48 tahun menggerakkan bisnis dari Papua.

Mantan wakil kepala Badan Intelijen Negara (BIN) ini mengaku tahu persis kondisi Papua dan keberadaan Freeport di sana. Dari pengalamannya selama 34 tahun bertugas di Papua, Maroef menyadari sulitnya berinvestasi bisnis di pulau cenderawasih.

Advertisement

"Saya masih ingat, pertama bertugas di Papua, saya aktif Perwira Militer 1984. Ternyata 34 tahun saya bertugas Papua belum selesai. Kemudian jangan dilupakan, kalau berinvestasi geosociocultural, Papua sangat spesifik. Itu harus kita hormati, harus patuh. Dan juga kondisi hukum adat setempat, Papua punya kondisi tersendiri. Tak mudah berinvestasi di sana tanpa melakukan pemahaman," jelas dia.

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.