LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Bos Bulog Ungkap Alasan di Balik Ketetapannya Tolak Impor Beras

Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso, menjelaskan alasannya keukeuh menyerap beras lokal meskipun kualitas dan kuantitasnya masih jauh dari beras impor. Menurutnya, ketahanan pangan sangat penting dimiliki oleh Indonesia apalagi di tengah pandemi.

2020-07-28 19:04:07
bulog
Advertisement

Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso, menjelaskan alasannya keukeuh menyerap beras lokal meskipun kualitas dan kuantitasnya masih jauh dari beras impor. Menurutnya, ketahanan pangan sangat penting dimiliki oleh Indonesia apalagi di tengah pandemi.

Ketika produk lokal terserap, ketahanan pangan akan tercipta. "Kenapa saya bertahan tidak impor walau ada perintah impor, cadangan beras kita saja masih ada 1,4 juta ton dari petani kita, kenapa harus impor," jelas Buwas di Pandeglang, Selasa (28/7).

Buwas bilang, kalau pun harus impor, maka Bulog akan melakukannya, tapi dengan level urgensi yang tinggi. Diakuinya, memang jika ingin pekerjaan Bulog mudah dan cepat, pihaknya bisa langsung impor beras besar-besaran. Harga terjangkau, kualitas bagus, masyarakat dapat beras dengan harga murah.

Advertisement

Apalagi, produksi beras di luar negeri lebih banyak dan tidak terhalang cuaca, baik panas maupun hujan. Sebagai perbandingan, satu ha lahan di Indonesia bisa memproduksi beras 6 hingga 7 ton, sementara di Vietnam, produksinya bisa 9 hingga 12 ton.

Indonesia Berdaulat Saat Miliki Ketahanan Pangan

Namun, dirinya bersikeras untuk tetap membeli hasil panen dari petani lokal demi mendukung ketahanan pangan tersebut. Jika Indonesia memiliki ketahanan pangan, maka kedaulatan pangan juga akan terwujud.

Advertisement

"Ini tantangan kita. Tahun 2018, 2019, tidak ada impor, insya Allah tahun ini tidak impor juga. Gimana mungkin kita agraris, sawahnya bagus, masa impor? Yang tertinggi itu kedaulatan pangan, tapi sekarang, ketahanan pangan saja masih 'katanya'. Kalau punya ketahanan pangan, diapain saja kuat," tegasnya.

Reporter: Athika Rahma

Sumber: Liputan6

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.