Bos BRI minta masyarakat tak takut belanja online
Apik mengajak seluruh nasabah maupun non nasabah untuk ikut serta menyukseskan acara ini. Apik berharap dengan adanya acara ini, masyarakat tidak ragu lagi melakukan transaksi online.
Direktur Konsumer BRI Sis Apik Wijayanto mengatakan keterlibatan Bank BRI dalam acara Briliant idEA Market 2016 diharapkan mampu mendorong nasabahnya untuk tidak takut berbelanja online. Acara yang akan berlangsung pada tanggal 16 hingga 18 Desember tersebut merupakan kerja sama idEA dengan bank BRI.
Apik mengajak seluruh nasabah maupun non nasabah untuk ikut serta menyukseskan acara ini. Apik berharap dengan adanya acara ini, masyarakat tidak ragu lagi melakukan transaksi online.
"Ada pendapat bahwa belanja online itu masih meragukan, untuk itu diharapkan dengan acara ini bisa memberikan kepercayaan kepada para nasabah dan juga masyarakat," ujar Apik di Conclave, Jakarta, Selasa (13/12).
Apik menambahkan kedepan belanja online akan menjadi budaya atau kebiasaan bagi masyarakat. Hal tersebut untuk mengurangi transaksi cash yang saat ini masih menjadi transaksi yang paling banyak dilakukan masyarakat.
"Harapan kita, dengan edukasi transaksi online masyarakat dapat mengurangi transaksi cash. Karena dengan belanja online banyak keuntungan yang diperoleh, termasuk mendapat promo," kata Apik.
Dengan didukung satelit yang dimilikinya, BRI mentargetkan ke depan akan menjadi mitra utama para pedagang online atau E-Commerce. Untuk itu BRI akan terus meningkatkan layanan e-Pay yang menjadi modal pembayaran untuk belanja online.
Keikutsertaan Bank BRI dalam acara ini dalam rangka merayakan ulang tahunnya yang ke 121 yang jatuh tepat pada tanggal 16 Desember. Selain itu Bank BRI turut serta merayakan Harbolnas yang diperingati 12 Desember kemarin.
Baca juga:
Bank Jateng gelar salawat bersama 20 ribu Syekher Mania
BNI ajak mitra binaan masuki ekosistem ekonomi digital
Sambut Natal & Tahun Baru 2017, Bank Mandiri siapkan Rp 11,5 triliun
Bank Mandiri siapkan layanan perbankan bergerak di Aceh
BJB gandeng Bank Mandiri luncurkan kartu e-money
Bappenas sebut perlambatan pertumbuhan kredit pengaruhi investasi
Indonesia perlu terapkan sistem pembayaran National Payment Gateway