LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Bos BKPM soal Omicron Ganggu Dunia Usaha: Kadang Masalah Bisa Dijadikan Cuan

Bahlil meminta semua pihak untuk tidak merespon berlebihan. Sebab bagi dunia usaha, masalah sudah menjadi hal yang biasa.

2022-01-09 18:22:00
varian omicron
Advertisement

Menteri Investasi sekaligus Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia tak memungkiri penyebaran varian omicron Covid-19 akan memengaruhi dunia usaha. Namun, dia memastikan pemerintah telah memiliki strategi dalam menghadapi varian asal Afrika Selatan ini.

"Omicron ini pasti ada pengaruhnya, tapi ini punya strategi," kata Bahlil dalam Rilis Temuan Survei Indikator Politik, Jakarta, Minggu (9/1).

Untuk itu, Bahlil meminta semua pihak untuk tidak merespon berlebihan. Sebab bagi dunia usaha, masalah sudah menjadi hal yang biasa. "Kita ikhtiar iya, tapi jangan paranoid," katanya.

Advertisement

Setiap masalah bagi pelaku usaha bagai pisau bermata dua. Bisa menghancurkan namun bisa juga mendatangkan peluang. Hal itu semua tergantung pada cara pandang dan celah yang bisa menjadi peluang yang menguntungkan.

"Bahkan kadang masalah bisa dijadikan cuan (keuntungan), jadi bukan kondisi baik saja bisa jadi cuan. Jadi tinggal pengusaha mana saja yang bisa memanfaatkan," kata dia.

Advertisement

Gangguan Rantai Pasok

Seperti halnya gangguan rantai pasok dunia yang saat ini terjadi. Di tengah kondisi ini Indonesia memanfaatkan peluang dengan meningkatkan kinerja ekspor. Sehingga sektor ini bisa menjadi pendorong perekonomian nasional di tengah pandemi.

"Kita manfaatkan kondisi dunia ini buat dorong perekonomian nasional kita lewat investasi dan kegiatan ekspor-impor," kata dia.

Bahlil menambahkan, dalam kondisi ini perekonomian nasional akan makin membaik. Kinerja investasi tahun 2021 akan mencapai target Rp900 triliun dan Rp1.200 triliun di akhir tahun 2022.

"Ini akan kita genjot agar ekonomi kita semakin baik," kata dia mengakhiri.

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.